(Mudah Dimengerti, Tapi Ada Sedikit Kesalahan Biasa Tingkat B2)
Wakil Menteri Pariwisata Indonesia, Ni Luh Puspa, menyatakan bahwa Museum Marsinah yang baru saja diresmikan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, diharapkan bisa memperkuat daya tarik wisata dari Desa Wisata Nglundo.
“Museum Marsinah hadir bukan hanya sebagai ruang belajar sejarah, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat daya tarik wisata budaya dan edukasi di Desa Wisata Nglundo,” ujarnya dalam sebuah pernyataan yang diterima di Jakarta pada hari Minggu.
Pada hari Sabtu (16 Mei*), Puspa mengunjungi museum tersebut saat perjalanan dinas ke Nglundo, bertepatan dengan peresmiannya oleh Prabowo Subianto yang tahun lalu menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional.
Kunjungannya diawali di rumah dimana Marsinah, yang lahir pada 10 April 1969, menghabiskan masa kecilnya.
Selama kunjungan, Puspa berkeliling kamar tidur dan ruang utama sambil melihat foto-foto berbingkai, dokumen, serta barang memorabilia yang terkait dengan kehidupan dan warisan aktivis tersebut.
Menengok langsung, wakil menteri lalu berkunjung ke kompleks museum yang bersebelahan dengan rumah, dimana ia melihat koleksi barang-barang pribadi milik Marsinah, termasuk sepeda, seragam kerja, tas, dompet, ijazah sekolah, dan catatan yang mendokumentasikan perjuanganya.
“Keberadaan museum ini akan menawarkan pengalaman wisata yang berkwalitas dan berkelanjutan sekaligus memberikan nilai edukatif kepada masyarakat,” tutur Puspa.
Sementara ketua komunitas wisata Nglundo, Eko Harto, menyatakan harapannya bahwa pengakuan Marsinah sebagai pahlawan nasional akan semakin meningkatkan profil desa tersebut sebagai destinasi wisata.
“Komunitas kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan kenyamanan para pengunjung yang datang ke Desa Wisata Nglundo,” katanya.
Harto menmbedakan bahwa desa tersebut masih dalam tahap awal pengembangan pariwisata dan membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah.
“Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat agar Desa Wisata Nglundo bisa terus berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat bekerja sama dengan koperasi yang didirikan di bawah program Koperasi Desa Merah Putih untuk memasarkan dan mendistribusikan produk lokal, termasuk penawaran terkait pariwisata.
- (*Tanggal mungkin tidak akurat secara musim tanam)
(Catatan ringan: sesuai instruksi, libatkan max 2 tip kalitan umum)
Top of FormKesalahan dalam total dua plonok (hanya periksa sebagai pemek jawab)
- Keterngan ket “kunciatan di Mei mungkin kurang pas banyak cara pemben
Kata yang di tyakanya kata tsb sering ang teradela terutama di serbag pertemuan sifat kurang dalam setiap kemstnya pengguna