Veteran striker Azmun tifak dicantumkan dalam skuat berisi 30 pemain, yang nantinya akan dipangkas menjadi 26 orang pada 1 Juni.
Published On 17 May 202617 May 2026
Penyerang senior Sardar Azmoun absen secara mencolok saat Iran mengumumkan skuat awal Piala Dunia mereka sebelum berangkat ke pemusatan latihan pra-turnamen.
Azmoun, yang kabarnya didepak dari timnas karena dianggap melakukan tindakan tidak loyal terhadap pemerintah di tengah perang AS-Israel dengan Iran, tidak termasuk dalam 30 nama yang diumumkan pada Sabtu kemarin.
Striker berusia 31 tahun yang membela klubnya di Uni Emirat Arab (UEA) untuk Shabab Al-Ahli Dubai ini, membuat pihak berwenang Iran geram pada Maret lalu akibat mengunggah foto pertemuan dengan penguasa Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, di feed Instagram-nya, demikian laporan media Iran.
Sebuah laporan di Fars News Agency pada Maret lalu mengutip “sumber terpercaya di dalam timnas” yang menyatakan Azmoun telah dikeluarkan dari skuat. Pemain tersebut kemudian menghapus foto itu, namun tetap menjadi sasaran kritik di TV negara.
Azmoun telah mencetak 57 gol dalam 91 penampilan bersama negaranya dan menjadi bagian dari skuat Iran pada dua edisi Piala Dunia terakhir.
Garis depan Iran di Piala Dunia nanti akan dipimpin oleh Mehdi Taremi, yang telah malang melintang di liga-liga besar Eropa dan kini memperkuat Olympiacos FC di kasta tertinggi sepak bola Yunani.
Skuat 30 pemain akan berangkat ke Turki pada Senin untuk menjalani pemusatan latihan, laga uji coba, serta melengkapi pengajuan visa sebelum bertolak ke Amerika Serikat, ungkap pelatih kepala Amir Ghalenoei.
Team Melli akan kembali ke Antalya, tempat mereka berlatih dan menjalani pertandingan persahabatan pada Maret lalu.
Skuat harus dikerucutkan menjadi maksimal 26 pemain sesuai aturan Piala Dunia pada 1 Juni.
“Memilih 30 pemain untuk pemusatan latihan terakhir sebelum Piala Dunia ini merupakan keputusan teknis tersulit dalam karier kepelatihan saya,” ujar Ghalenoei di situs federasi sepak bola Iran, sembari menambahkan bahwa ia memilih pemain semata-mata berdasarkan ‘kriteria teknis’.
Iran berharap bisa menjalani dua laga uji coba di Antalya. Mereka sudah mengonfirmasi satu pertandingan melawan Gambia pada 29 Mei, menurut Sam Mehdizadeh, seorang warga Iran-Kanada yang mengepalai perusahaan penyelenggara laga uji coba bagi tim.
Skuat Iran beserta staf pendukung belum mendapatkan visa untuk Piala Dunia, namun FIFA, badan pengatur sepak bola dunia, telah memberikan jaminan sebelumnya menjelang turnamen yang dimulai 11 Juni nanti.
“Belum ada visa yang diterbitkan,” ucap Mehdi Taj, presiden federasi sepak bola Iran, pada Kamis lalu.
Taj mengatakan bahwa para pemain diperkirakan harus menjalani pengambilan sidik jari di Turki sebagai bagian dari proses visa, namun mereka berhemat perjalanan lebih dari 450 km dari Antalya ke ibu kota Turki, Ankara.
Iran akan memulai Piala Piala Grup G saat menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, lalu berjumpa Belgia di kota yang sama, kemudian Mesir di Seattle.