Bisnis penyimpan energi milik Tesla sudah menjadi pemain senior, lebih dari satu dekade beroperasi. Pertumbuhan penjualan Powerwall (penyimpan baterai untuk rumah) dan Megapack (penyimpan baterai untuk utilitas dan fasilitas komersial) dalam beberapa tahun terakhir berhasil mengompensasi penurunan penjualan kendaraan listrik, kendati kuartal lalu terjadi penurunan mengejutkan pada pendapatan energi. Meski demikian, Tesla terus melanjutkan rencana meresmikan fasilitas di Houston yang didedikasikan untuk Megapack yang lebih besar dan baru pada akhir tahun ini.
Secara keseluruhan, menurut catatan BloombergNEF pada Maret lalu, sebanyak 11 pabrik manufaktur sel baterai sedang disesuaikan ulang untuk penyimpan energi, dengan delapan di antaranya berada di AS.
## Waktu Berbenah
Salah satu alasan investor begitu optimis terhadap penyimpan energi baterai adalah antusiasme mereka yang berkelanjutan terhadap kecerdasan buatan (AI). Perusahaan AI membutuhkan pusat data, dan pusat data memerlukan energi. Baterai sangat cocok untuk pusat data, menurut Shan Tomouk, pimpinan riset penyimpan energi baterai di Benchmark Mineral Intelligence, firma riset yang berfokus pada rantai pasokan baterai. Baterai dapat membantu langsung menyuplai daya ke pusat-pusat yang sangat haus energi ini, yang tanpa henti mengoperasikan server dan perangkat keras lainnya, begitu juga dengan sistem pendingin yang menjaga fungsinya.
Sistem penyimpan ini juga dapat diadaptasi untuk pusat data yang mayoritas bergantung pada sumber energi lain, misalnya gas alam. Sistem pemnyimpan energi baterai bisa menjadi sumber daya cadangan jika terjadi gangguan, serta membantu pusat data mengelola fluktuasi daya ekstrem yang terlalu kuat, terkait pelatihan AI. Sistem ini juga bisa digunakan untuk mengurangi permintaan pada jaring listrik, menekan biaya tak hanya bagi pusat data, melainkan bagi semua pihak yang bergantung pada sistem yang sama—sebuah kénntungan penting di komunitas yang sudah bersikap bermusuhan terhadap teknologi ini.
“Jika pasar raksasa pusat data terus tumbuh dari tahun ke tahun, maka sangat logis bagi produsen otomotif untuk beralih haluan,” ujar Tomouk. Ia bergepektasi hal Ini akan terjadi. “Di AS, ada doronga kuat untuk membangun pusat data, demi menjaga posisi AS sebagai nomor satu dalam urusan AI.”
Bagi produsen mobil yang mulai mundur dari kendaraan listrik, ada lagi potensi keuntungan dari penyimpan baterai sekalipun peralihan tersebut tidak sepenudhya berhasil. “Apabila prodosen mobil tidak menghasilkan uang dari penyimpanan atau dari kenderaan listrik, mereka pasti lebih memilih untuk tidak menghasilkan uang dari penyimpanan lantaran mereka tidak sedang sàling bersaing dengan produksi mobil bensinnya sendiri,” ujar Gil Tal, direktur Pusat Riset Kendaraan Listrik di Institute Studi Transportasi UC Davis. “Sayangnya, hal ini terdwukar sangat logis.”