Menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, SpaceX rencananya mau mendaftarkan IPO yang sudah ditunggu-tunggu paling cepat hari Rabu.
Perusahaan roket, satelit, dan AI milik Elon Musk ini katanya mau mulai pemasaran resmi paling cepat 4 Juni, menentukan harga IPO paling awal 11 Juni, dan listing di bursa pada 12 Juni. Sumber ini minta tidak disebut namanya karena informasinya belum publik.
Detail IPO seperti ukuran dan waktunya masih bisa berubah, kata sumber. Perwakilan SpaceX belum langsung kasih komentar.
SpaceX sudah pilih Nasdaq untuk IPO-nya dengan kode saham SPCX, seperti dilaporkan Reuters. Nasdaq ogah berkomentar.
SpaceX sudah mengajukan dokumen secara rahasia untuk go public dan mau mengumpulkan dana sampai $75 miliar dengan valuasi lebih dari $2 triliun. Kata Bloomberg News, ini bakal jadi IPO terbesar sepanjang masa.
Perusahaan juga sudah pilih Bank of America, Citigroup, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Morgan Stanley untuk peran utama di IPO ini, dan nambahin beberapa bank lain.
Spacex udah tumbuh dari yang dulunya underdog di industri antariksa menjadi raksasa aerospace dengan kontrak pemerintah bernilai miliaran dolar, dan jadi tulang punggung program antariksa AS.
Selain bisnis peluncuran roket, layanan internet satelit Starlink punya jaringan satelit terbesar di orbit rendah bumi dan jadi sumber pendapatan penting.
SpaceX juga punya asisten AI Grok setelah mengakuisisi xAI lewat saham pada bulan Februari.
Program peluncuran roket dan satelit Starlink hasilin sebagian besar pendapatan, mendekati $20 miliar di 2026. Sementara xAI diperkirakan hasilin kurang dari $1 miliar, menurut Bloomberg Intelligence.
IPO SpaceX bakal jadi tontonan pasar yang besar karena investor punya kesempatan beli saham visi cepat berkembangnya Musk untuk buat kekuatan gabungan ruang angkasa dan AI, menuju tujuanya yang sering diulang: “membuat kehidupan multi-planet”.