Ketegangan memuncak setelah laga antara Al-Ittihad SCSC dari Tripoli melawan Asswehly SC dari Misrata dihentikan karena perdebatan soal tendangan penalti yang kontroversial.
Dipublikasikan pada 15 Mei 2026
Bentrokan yang meletus pasca pertandingan sepak bola di sebuah kota di Libya barat melukai sejumlah orang, sementara sebuah gedung pemerintahan dibakar di ibu kota, Tripoli.
Pertikaian mulai terjadi di kota Tarhuna, sekitar 80 kilometer (49 mil) di selatan ibu kota, menyusul pertandingan antara Al-Ittihad SCSC (Tripoli) dan Asswehly SC (Misrata) pada hari Kamis lalu.
8/8
Pertandingan yang digelar secara tertutup itu dihentikan tak lama sebelum peluit akhir setela para pemain Al-Ittihad memprotes tendangan penalti yang mereka yakini seharusnya diberikan, demikian lapor kantor berita Libya, LANA.
Insiden tersebut memicu perkelahian di antara para pendukung dan pasukan keamanan di luar stadion, menurut LANA.
Dewan Kepresidenan Libya menyatakan bahwa sejumlah orang menyerang markas Dewan Menteri yang terletak di ibu kota Tripoli “dengan aksi sabotase dan pembakaran.”
Api segera dapat dipadamkan, ujar LANA.
Dewan tersebut menyerukan penyelidikan menyeluruh atas “peristiwa naas ini,” menegaskan bahwa rasa ketidakadilan harus disikpi melalui jalur hukum, “bukan dengan kekerasan”.