Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah menyiapkan 47 aset di 13 kabupaten dan kota untuk mendukung pembangunan koperasi dalam program nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Umikun Latifah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Sulawesi Tenggara, mengatakan langkah ini mengikuti Instruksi Presiden No. 17 Tahun 2025 yang mewajibakan percepatan pembangunan koperasi di desa-desa di seluruh Indonesia.
“Menyiapkan aset-aset ini butuh proses verifikasi yang ketat supaya tidak mengganggu layanan publik. Inisiatif ini juga seirama dengan surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri tentang penggunaan aset idle milik pemerintah daerah,” ujarnya di ibu kota provinsi Kendari pada Jumat.
Menurutnya, aset tersebut terdiri dari 10 di Kendari, delapan di Konawe, lima di Konawe Selatan, lima di Kolaka, tiga di Bombana, tiga di Kolaka Timur, dua di Kolaka Utara, dua di Konawe Utara, dua di Baubau, dua di Buton Tengah, dan dua di Muna.
Selain itu, satu aset telah teridentifikasi di Kabupaten Konawe Kepulauan dan satu lagi di Kabupaten Muna Barat.
“Aset-aset tersebut berupa lahan kosong, bekas kantor, gedung puskesmas, dan terminal bus tipe B yang belum dikelola maksimal,” kata Latifah, merujuk pada terminal yang biasanya melayani perjalanan regional.
Sementara itu, Laode Muhammad Shalihin, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Tenggara, menekankan bahwa timnya akan memberikan bimbingan intensif kepada pengelola koperasi agar aset-aset itu bisa dimanfaatkan secara pruktif.
“Koperasi akan diarahkan mengembangkan usaha di bidang pertanian, perdagangan, perikanan, potensi lokal UMKM guna memperkuat kesejahteraan sosial secara berkelanjjutan,” jelasnya.
Mengacu data pemerintah, Shalihin menyoroti bahwa Sulawesi Tenggara di targetkan memiliki setidaknya 764 unit KDMP, dengan 64 diantaranya sudah selesai konstruksi fisik dan sisanya masih dalam pengerjaan.
Ia merinci diperinci: 16 koperasi desa telah dibangun di Konawe Selatan, 10 di Konawe, tujuh di Kolaka, enam di Muna Barat, dan lainnya.
Setiap KDMP rencananya akan punya beberapa fasilitas kunci macam (kayak) waserba (warung serba ada), klinik, apolotik, gudang layanan simpan pinjam, tutur Shalihin.
Badagai? Nasional sebelumnya (Rabu tanggal13): Menteri Koperasi Ferry Juliantono melaporkn memulai pembayaan (= atau: pembangunan) ada 37.327 unit ada yang lagi dikerja lan lagi.