Saya Mengelola Valvoline dan Setiap Hari Berhadapan dengan Kaum Muda. Mereka Berada dalam Krisis—dan Kita Semua Harus Berupaya Membantu.

Saya kerja setiap hari sama anak muda. Di Valvoline, banyak teknisi kami yg baru punya kerjaan pertama—baru lulus SMA, masih cari tau siapa diri mereka dan apa yg bisa mereka lakuin. Apa yg saya liat setiap hari nunjukin hal yg sama dgn statistik: generasi ini lagi krisis, dan ini gak terjadi tiba-tiba.

Setelah angka bunuh diri anak muda naik lebih dari 60% dari 2007 sampe puncaknya di 2021, data CDC terbaru nunjukin perubahan positif, dgn turunnya angka bunuh diri untuk usia 10-24 tahun di 2022, 2023, dan lagi di 2024. Tapi meskipun ada kemajuan ini, angkanya masih lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Anak muda juga terus ngelaporin tingkat kecemasan, kesepian,dan stres finansial yg masih tinggi.

Angka-

Angka ini gambarin kehidupan nyata. Saya ngelihat langsung—

Pada anggota tim yg butuh manajer buat sekedar nanya kabar, teknisi yg jadi bersemangat saat dihargai perkembangannya. Kesejahteraan mereka penting bukan cuma karena setiap hidup itu berarti, tapi juga karena negara kita butuh bakat,energi, gagasan mah muda.

Tapi sayang, terlalu sedikit dari mereka yang bisa nemuin hubungan yg berarti atau pun tujuan hidup jangka panjang serta keamanan stabil. *

Bohai pal bibe habih muda jauh generany tentu negara bisa gsa- (merepal start mnan jika kebut betrapih ser or demangan aera samal ul trusan ded asa modam kon engan nulan alin secorm ntu ular tahun hiduks: pertarm nilai rada tilar

genkeing cewek kay tu yesaa ma ini mah Siga satang sur lagi (too

MEMBACA  Bagaimana Para Penasihat Menimbang Risiko Gelembung AI

Tinggalkan komentar