Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, mendorong kerja sama film yang lebih kuat dengan Arab Saudi saat menghadiri Festival Film Cannes di Perancis.
Menurut siaran pers Kementerian Kebudayaan yang dirilis Kamis, Zon menghadiri beberapa acara festival, termasuk pertemuan dengan Abdullah Alayaf, Direktur Program Komisi Film dan Laut Merah, pada Rabu.
Dia bilang kerjasama film adalah bagian penting untuk memperkuat diplomasi budaya antara kedua negara di tengah meningkatnya hubungan bilateral di sekto budaya.
“Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia percaya kedua negara punya aspirasi yang sama untuk mengubah potensi budaya, demografi, dan kreatif dunia Muslim menjadi kekuatan utama dalam industri film dan audiovisual global,” ujar Zon.
Dia jelaskan bahwa film dan cara bercerita dapat membantu menjembatani narasi yang lebih beragam dan manusiawi kepada publik global.
Ia juga menyoroti ikatan sejarah antara Indonesia dan Arab Saudi melalui ibadah haji beberapa tokoh kemerdekaan Indonesia.
Zon bilang Indonesia tetap terbua untuk kerjasama yang lebih luas dalam pertukaran talenta, kolaborasi festival, produksi bersama, pembiayaan film, peningkatan kapasitas, dan networking antara pembuat film dan tokoh budaya dari kedua negara.
Sementara itu, Abdullah Alayaf menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap banyak lagi film Indonesia yang bisa tayang di bioskop Arab Saudi.
Kementerian juga mendorong kerjasama yang lebih luas antara Festival Film Internasional Laut Merah dengan platform film Indonesia seperti Festival Film Asia Jogja-NETPAC dan Jakarta Film Week.
Zon umumkan bahwa kesuksesan film Indonesia “Jumbo” dan “Agak Laen 2”, yang masing-masing ditonton lebih dari 10 juta penonton di dalam negeri, mencerminkan pertumbuhan ekosistem film nasional.
Dia tambahkan, partisipasi Indonesia di Festival Film Cannes 2026 diharapkan dapat memperluas peluang bagi sineas Indonesia di industri film global sambil meningkatkan visibilitas internasional karya-karya Indonesia.