Pada 28 April, menjelang siang, Win White masuk ke X dan mengunggah serangkaian pesan kepada 65.000 pengikutnya yang, hingga saat itu, tak banyak mengetahui masa lalunya sebagai kreator OnlyFans.
“Saya mohon, dengan rendah hati, agar kita semua menahan diri untuk tidak menyebarkan konten lama. Kalau lihat, simpan saja… oke,” tulisnya, melaui platform itu. “Saya tahu dari mana saya berasal, dan saya pikir saya berhak menjalani kehidupan setelah itu, setidaknya.”
Pagi itu, White yang berusia 29 tahun menerima beberapa DM mengenai video lamanya yang beredar lagi. Meski ia sudah berusaha semaksimal mungkin memisahkan kehidupan lamanya—tahun lalu ia menghapus akun OnlyFans beserta akun X terpisah yang ia gunakan untuk memposting konten—kenyataan sering kali mampu mengejarnya kembali. “Semua pekerjaan OnlyFans itu saya lakukan di California. Saya jarang membahasnya di halaman ini. Jadi saya panik,” ungkap White kepada WIRED.
Meski begitu, ia sudah menduga bagaimana kira-kira reaksi atas permintaannya—serta seberapa kejam balasan yang bisa diterimanya. “Sejak saya mengirim Tweet itu, saya tahu bukan semua orang akan mematuhinya. Saya tak mengharapkan rasa hormat macam apapun.”
Reaksi yang muncul, dari yang simpatik hingga mayoritas mengejek, menyerang White atas pilihan masa lalunya. “Lu desperate dulu, jadi terima konsekuensinya sekarang,” tulis seorang pengguna X dalam sebuah komentar. Ketika semakin banyak yang ikut bersuara, peristiwa ini memicu perdebatan sengit seputar batasan persetujuan dan etika dalam mengonsumsi konten.
OnlyFans mengalami pertumbuhan besar antara tahun 2020 hingga 2023. White, seorang veteran Angkatan Laut yang gay, mendaftar di platform itu pada September 2022 karena ia ingin lepas dari hubungan toksik yang dijalaninya. Saat ia berhenti pada Agustus 2023, platform itu memiliki lebih dari 3 juta kreator. White mengatakan ia mungkin merekam total 40 video, sebagian besar solo—kecuali beberapa syuting bersama mantan pasangannya.
Pengalaman ini terasa mulai tidak autentik dengan dirinya, ditambah reputasi yang memburuk dan imbalan yang tak sebanding. “Saya cuma melakukannya saat butuh uang untuk kegiatan di luar rutinitas. Itu bukan pekerjaan harian saya, apalagi bikin kaya raya.” Ada satu hal lagi, kata White, “Saya sangat payah dalam hal itu,” itulah kenapa respons terhadap permintaannya—untuk berhenti menyebarkan konten—sangat mengejutkannya.
Banyak orang berargumen bahwa permohonan White tidak masuk akal. Ini internet, bagaikan “an eternal archive”. Seorang pengguna tersebut
Tolong bantu edit dan berikan beberapa perbaikan umum untuk bahasa tautan akun pengguna.