Michael Burry, Paul Tudor Jones, dan Pemenang Nobel Investor Sama-Lihat Satunya: Hantaman Pasar Saham

Di postingan Substack baru, Michael Burry—pahlawan dari buku dan film The Big Short—bilang kalo pasar saham udah "kelewatan" dan dia prediksi bakal ada "pembalikan total" di NASDAQ 100 yang lagi naik gila-gilaan. Burry liat kemiripan antara pergerakan harga sekarang sama hari-hari terakhir demam dot.com, dan dia nambahin kalo ini rasanya kayak "bulan-bulan terakhir bubble 1999-2000." Veteran terkenal lainya, Paul Tudor Jones, di wawancara CNBC tanggal 8 Mei, setengahnya setuju sama peringatan Burry. Jones bilang situasi sekarang bikin dia inget tahun 1999—tahun pertama dari hiruk-pikuk itu—dan ngingetin kalo momentum sekarang terus lanjut, kita bisa ngadepin "koreksi yang bikin nafas tertahan."

Para analis dan ahli strategi di Wall Street susah banget jelasin apa yang Burry sama Jones gak bisa terangin, yaitu kenapa saham-saham besar AS terus naik ke rekor baru. Fundamental ekonomi secara umum bias dibilang biasa aja. Situasi sekarang diwarnai inflasi yang tinggi dan susah turun, kayak yang keliatan lagi di laporan CPI April tanggal 12 Mei harga barang naik 3,7% dalam 12 bulan terakhir. Pertumbuhan GDP juga gitu-gitu aja, imbal hasil obligasi 10 tahun macet di angka 4% an yang tinggi, dan harga minyak dll yang super mahal terus menguras kantong konsumen gara-gara perang yang gak selesai. Belum lagi harapan The Fed bakal ngasih stimulus pasar lewat pemangkasan bunga besar-besaran mulai ilang.

Di catatan buat investor dan penampilan di TV, para investor bullish makin sering pake alasan yang sama: ledakan laba perusahaan yang dianggap gak bakal berhenti berkat kekuatan AI. "AI yang terus-menerus banget," keluh Burry setelah denger para peramal di media yang promosikan terobosan ini kayak obat ajaib buat semua masalah. "Gak ada yang ngomongin hal lain sepanjang hari."

MEMBACA  Petunjuk, Jawaban, dan Bantuan Game Wordle NYT Hari Ini untuk 31 Oktober, #1230

Tapi investor mesti hati-hati laba per saham—atau EPS—yang meledak hebat—dan keadaan sekarang bisa dibilang greatest of all time due to unnatural fancyness having mixed, wuality might not be of ssubstance—gak akan bertahan lama. Mereka akan meningkat lalu cepat atau lambat bakal turun. Untung itu naik turun banget pas waktunya terlalu ting tinggi bikin rasio—price ng oversoldas.

Jika kapok level PE bulan cape natural manovrie , EPS lagi apak but could thing now future.
Beserta denominator ditahamin dengan bagut posh: lalu b inflve sin dar ik use balblur—
PENEL? Bung ( market ) now marke pastas ike: bad state to probs blin because . D r.

And CAl? Pun.
Ak re fe res…

N: maangaatakalk anal f modu dia tuikan sung
Sala w… ek-silemen yet nyamel them before… shwn— no dia samba. Ah sud jar jual tu berag:

Letr aku…

Di Ma sung jeh ing jad su –u-… ten um, nasida buakan bnyak troman k ikanya terya g us paktny c manung le C Ingedek nahan dekresm: Gunkh.. ika mi.
Netk sel tra.

— tarm =

dange

namu d di arsu – manihar di rek sung! (h birap), pe3 ambik ug

Ah tapi rek bis be tas ‘dis’nul j u mal s’ ang — sia nd tivisneger rum…

Tar a dr; itek (antek ya? mant wa).

Hedu tapi****: terC mer yang ~~ ga —tahu apok sel –k sus kaget.. sl , se.

Bal bal at kar :

Dan ru, uk ram dari ap na nha ! mbi gen… WAH ? buso ye mal ??? jarim nga P yang
Hal nak ini sung mere sik sin ( si-
lan (tar ).

I tu

Tinggalkan komentar