Selamat datang di dunia Googlebook. Google baru saja mengumumkan kategori baru laptop bertenaga AI pada acara Android Show: I/O Edition, Selasa kemarin. Bisa dibliang, produk ini adalah perpaduan antara Chromebook dan Copilot+ PC, istilah Microsoft untuk laptop Windows yang dirancang dengan teknologi AI.
“Lebih dari 15 tahun lalu, kami memperkenalkan Chromebook, sebuah laptop yang diciptakan untuk dunia berbasis cloud,” ujar Alex Kuscher, Senior Director Google, dalam sebuah postingan blog. “Kini, saat komputasi beralih dari sistem operasi ke sistem kecerdasan buatan, kami melihat peluang untuk mendesain ulang laptop.”
Saat model pertama dirilis pada musim gugur nanti, Googlebook akan tetap menjalankan aplikasi Android seperti Chromebook. Namun, perangkat ini akan lebih menonjolkan fitur-fitur berbasis Gemini, asisten AI Google. Kuscher menegaskan bahwa Googlebook adalah “laptop pertama yang dirancang sepenuhnya untuk Gemini Intelligence.”
Googlebook juga memungkinkan pengguna membuat widget sendiri dengan bantuan AI.
Kredit: Google
BACA JUGA:
Semua yang Kami Pelajari di The Android Show: I/O Edition 2026
Tampaknya, Googlebook akan memiliki sistem operasi yang berbeda, bukan ChromeOS. Google belum menyebutkan secara spesifik, hanya bahwa sistem operasinya “modern dan dirancang untuk kecerdasan buatan,” tulis Kuscher. Kemungkinan besar, yang dimaksud adalah Project Aluminum, perpaduan antara ChromeOS dan Android yang santer dirumorkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Chromebook sudah semakin banyak mengintegrasikan alat AI, jadi langkah Google untuk benar-benar serius menggarap PC AI ini cukup masuk akal. Namun, apakah konsumen benar-benar menginginkannya? Itu cerita lain.
Mashable 101 Fan Fave: Vote untuk kreator favoritmu hari ini!
## Fitur Googlebook
Fitur ‘Magic Pointer’ dari Googlebook sedang bekerja.
Kredit: Google
Googlebook akan mendukung fitur kursor “Magic Pointer” yang menggunakan Gemini untuk memahami dan bertindak berdasarkan konten di layar. Cukup gerakkan kursor Anda untuk mengaktifkannya. “Arahkan ke tanggal di email untuk membuat jadwal rapat, atau pilih dua gambar—seperti ruang tamu dan sofa baru—untuk melihat visualisasinya secara langsung,” jelas Kuscher.
Googlebook juga akan memiliki fitur “Create your Widget” yang memungkinkan pengguna membuat widget khusus dengan perintah Gemini.
Google mengatakan laptop baru ini akan terintegrasi secara mulus dengan ponsel Android. Selain bisa menjalankan aplikasi Android, Anda juga bisa melakukan casting aplikasi dari perangkat seluler tanpa harus mengunduh apa pun. Tak hanya itu, fitur “Quick Access” memungkinkan Anda melihat dan mencari file di ponsel langsung dari Googlebook.
## Nantikan Detail Perangkat Keras Googlebook
Tombol bergaya Touch ID pada laptop Googlebook yang belum dirilis.
Kredit: Google
Untuk saat ini, Google hanya memamerkan sedikit detail, jadi belum ada spesifikasi pasti atau tanggal peluncuran. Namun, yang pasti perangkat ini akan memiliki “glowbar” cahaya khas di bagian tutupnya, dan model pertamanya akan diproduksi oleh Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo. Kusher menambahkan, “Setiap Googlebook akan dibuat dengan keahlian presisi, tersedia dalam beragam bentuk dan ukuran.”
Kredit: Google
Materi pers Google juga mendeskripsikan Googlebook memiliki “Desain Ringan” dengan “Kekuatan Berat,” kemungkinan besar masuk kategori ultraportabel kelas menengah hingga atas.
Googlebook dipastikan akan lebih mahal daripada kebanyakan Chromebook, yang sendiri telah bertransformasi dari perangkat murah menjadi mesin premium. Chromebook kelas atas saat ini dibandrol antara $750 hingga $1.000.
PEMBARUAN: 12 Mei 2026, 13:07 EDT. Artikel ini telah diperbaharui dengan tambahan foto.