Greenboard berhasil mengumpulkan pendanaan Seri A sebesar $15,5 juta untuk memastikan kepatuhan tidak menjadi penghambat bisnis

Kepatuhan keuangan bisa jadi topik yang agak membosankan—sampai-sampai ada peluang bisnis besar buat orang yang bisa bantu orang lain kurangi keribetan itu. Salah satu startup yang manfaatin peluang ini adalah Greenboard, platform yang pakai AI untuk otomatisasi beberapa aspek kepatuhan keuangan. Mereka baru aja dapet $15,5 juta dalam pendanaan Seri A.

Base10 Partners memimpin putaran ini, dan ikut juga Y Combinator, General Catalyst lewat akuisisi Wayfinder, Commerce Ventures, Transpose Platform, sama Liquid2 Ventures. Pendanaan ini nyusul putaran seed Greenboard sebesar $4,5 juta dari tahun 2024, yang juga dipimpin Base10.

Lebih dari 500 institusi keuangan jalani program kepatuhan mereka di Greenboard, yang sekarang punya platform kepatuhan percakapan bernama Greenboard Go. Di saat kemajuan model AI yang cepat bikin perusahaan SaaS khawatir, Greenboard bilang kebanyakan institusi masih kesulitan buat otomatisasi solusi kepatuhan sendiri.

“Ada banyak persyaratan kepatuhan khusus soal buku dan catatan yang nggak bisa kamu selesaikan pake vibe code,” kata Dave Feldman, salah satu pendiri dan CEO Greenboard, ke Fortune dalam wawancara.

Greenboard didirikan sama Feldman dan Ed Schembor. Mereka ketemu pas kuliah S1 di bidang teknik di Johns Hopkins. Feldman bilang dia mulai mikir lebih serius tentang kepatuhan keuangan waktu kerja jadi manajer proyek senior di Guideline, bisnis yang otomatisasi platform 401(k) yang sekarang udah diakuisisi Gusto.

Pas ChatGPT viral di tahun 2022, Feldman sadar AI bisa bikin pengalaman kepatuhan yang beda—yang menurut banyak orang “lumayan bikin bete,” kata pendiri asal Texas itu. Greenboard kemudian ikut gelombang musim dingin 2024 di akselerator startup Y Combinator.

Di saat kemampuan coding makin kurang jadi kelebihan buat perusahaan perangkat lunak, Feldman bilang perusahaan software perlu bikin ‘parit’ dengan ngembangin produk yang susah ditinggal di bidang yang diatur ketat, di mana perusahaan bisa punya keunggulan data eksklusif. Salah satu pendiri ini ngaku bisnisnya punya ketiga hal itu, dan 88% pelanggannya udah tinggalin beberapa solusi kepatuhan lama setelah ganti ke Greenboard.

MEMBACA  Radio Retro baru dari Lego hanya untuk tampilan

Namun, berada di bidang yang sangat diatur kayak kepatuhan juga ningkatin risikonya buat produk AI. Delve, startup kepatuhan otomatis lain yang dukungan Y Combinator, pernah ditudng korner potong di proses audit AI mereka.

“Kamu bisa bilang dengan cukup tidak partisan, banyak orang yang sangat nggak puas sama cara kerja pemerintahan AS,” ujar Feldman. “Membuat peraturan nggak pelan-pelanin bisnis—itu bisa bikin perubahan besar buat masyarakat.”

Tinggalkan komentar