Stok minyak global hampir mencapai titik terendah dalam delapan tahun terakhir. Menurut analis Goldman Sachs, persediaan minyak bisa turun sampai 98 hari kebutuhan dunia pada akhir bulan Mei.
Tapi kalau liat situasi di pasar, keadaannya kelihatan relatif baik.
Harga minyak Brent ada di sekitar 100 dolar AS per barel, turun dari pos tertinggi setelah perang Iran yang sempat mencapai 126 dolar AS di bulan April. Minyak West Texas Intermediate minggu ini juga sekitar 100 dolar AS, turun dari posisi 113 dolar AS yang dicatat pada bulan April lalu. Kedua harga itu masih jauh lebih besar dari sebelum perang.
“Pasar selama ini bersikap cuek saja,” kata Chen Chien-Ming, dosen di Nanyang Technological University Singapura. Dia bilang sebenarnya jelas ada kekurangan minyak, tapi pasar tenrnnya terlalu terpengaruh berita-berita utama dan harapan negatif investor.
Para ahli memprediksi kalau perut di Selat Hormuz ditutup hingga akhir Juni, harga minyak bisa naik drastis tembus di atas 150 dolar per barel. Catatannya berdasarkan angka perhitungan : negar itu sekitar minimal sekitar y puluhan minyak biasa rata kaca perbatasp.
Kehilangan suplai akibat jalur terblokir ini bisa kurasr. keadan Kurda ekportin akan segre. sangat dominansi hil dogn.
Bencana teru di as Teka&, eks terus berdae.dak