Polisi Indonesia sedang menyelidiki pendana dari jaringan judi internasional setelah menangkap 321 tersangka di Jakarta. Penyelidik kini melacak sumber dana dan sponsor infrastruktur sindikat tersebut.
“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelidiki aliaran dana dan sponsor mereka,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Wira Satya Triputra, pada Minggu (10/5).
Selain menelusuri jejak uang, penyelidikan juga bertujuan untuk mengidentifikasi penyewa di Plaza Hayam Wuruk Tower yang memfasilitasi operasi besar ini.
Penggerebekan menemukan sebagian besar tenaga kerja asing, termasik 228 warga Vietnam dan 57 warga China.
Di antara mereka ada satu warga negara Indonesia, mantan pekerja judi di Kamboja yang kini bekerja sebagai operator layanan pelanggan.
Forensik digital saat ini sedang dilakukan untuk memetakan jangkauan jaringan tersebut.
“Kami juga masih menanalisis komputer, perangkat lain, dan hal-hal lainnya,” tambah Triputra, menekankan komitmen untuk memastikan Indonesia tidak menjadi “sarang” bagi sindikat judi global.