Venture baru Bill Ackman di pasar publik tadinyaya bakal jadi berita besar. Manajer hedge fund terkenal ini luncurin Pershing Square USA (PSUS) dengan janji bakal bawa keahliannya milih saham ke lebih banyak investor lewat struktur closed-end fund (CEF). Melihat rekam jejak Ackman dan reputasinya sebagai salah satu manajer hedge fund paling vokal di Wall Street, ekspektasinya tinggi banget bahwa penawaran ini bakal dapet permintaan kuat dan debut pasar yang mulus.
Tapi kenyataanya, saham PSUS langsung tersendat setelah listing. Harganya buka jauh di bawah harga IPO $50 dan cepet banget diperdagangkan dengan diskon besar dari nilai aset bersih (NAV), bikin banyak pihak di dunia investasi naik alis. Ackman kemudian ngasih penjelasan. Dia bilang kalo penjualan setelah IPO itu sebagian besar gara-gara faktor "teknis" yang terkait sama investor ritel. Tapi, penjelasan itu malah bikin timbul lebih banyak pertanyaan.
Lebih Banyak Berita dari Barchart
Dengan investor institusi yang kata laporannya ngisi sebagian besar dana yang terkumpul, apa iya investor ritel bisa disalahin atas awal yang buruk dari PSUS? Dan yang lebih penting, apakah diskon awal ini cuma masalah tekanan teknis sementara—atau justru masalah struktural yang lebih dalam buat CEF? Yuk kita lihat lebih dekat.
Tentang Saham Pershing Square USA
Pershing Square USA, Ltd. adalah dana investasi CEF baru yang berdomisili di AS dan dikelola sama manajemen Pershing Square milik Bill Ackman. Sahamnya mulai dijual di Bursa Efek New York (NYSE) Rabu lalu, sebagai bagian dari pencatatan ganda senilai $5 miliar yang bersejarah. Yang menarik, Ackman juga mencatat saham perusahaanya, Pershing Square Inc. (PS), yang sekarang diperdagangkan dengan kode "PS". Investor yang ikut IPO dapet satu saham "bonus" PS untuk setiap lima saham PSUS yang dibeli seharga $50 masing-masing. Dana CEF ini dimaksudkan buat bikin keahlian investasi Ackman bisa diakses oleh publik yang lebih luas. Tuan Ackman adalah manajer hedge fund veteran dan tokoh Wall Street yang terkenal sama taruhan investasinya yang berani dan beda dari yang lain. Meskipun belum jelas saham apa yang bakal dibeli Ackman buat CEF barunya, prospektusnya bilang dia akan target 12 sampai 15 saham besar dari Amerika Utara dan harus mengalokasikan hasil penawaran dalam 60 hari. Portofolionya diperkirakan bakal mirip sama dana Eropanya, yang punya posisi di Alphabet (GOOG) (GOOGL), Amazon (AMZN), dan Meta Platforms (META), plus taruhan tradisional kayak Fannie Mae (FNMA) dan Hertz Global Holdings (HTZ).
Closed-end fund, yang masih kecil jenis reksa dananya, menerbitkan jumlah saham tetap yang kemudian diperdagangkan di bursa kayak saham biasa. Intinya, dana ini bisa diperdagangkan dengan harga yang sangat berbeda dari nilai aset bersihnya (NAV).
Dan itu yang terjadi sama Pershing Square USA. Saham PSUS, awalnya dibanderol $50, ditutup di $42,79 pada hari Rabu, berarti diskonnya 14,4%.
Bill Ackman "Menyalahkan" Investor Ritel Setelah Dana Barunya Gagal dalam Debut Wall Street
Saham dana baru milik Bill Ackman ini buka sekitar 18% di bawah harga IPO yaitu $41 pada hari Rabu lalu, bentandakan beberapa investor IPO udah cari jalan buat keluar dari posisinya. Saham PSUS akhirnya ditutup di $40,90 di hari perdagangan pertama. Sehari kemudian, Tuan Ackman menyalahin investor ritel untuk penurunanini, dan bilang kalo sahamnya bakal pulih.
Menurut laporan Reuters, Ackman nyaranin kalo investor ritel udah berkomitmen kebanyakan buat IPO, malah kebagian saham yang mereka minta, tapi akhirnya ga punya uang tunai buat bayar dan kepeksa jual. "Ada banyak orang yang buang saham itu kemarin alasanya teknis," katnya. Dan secara teori, itu bisa aja terjadi.
Kadang investor ritel pasang pesanan besar di IPO yang banyak peminatnya, berharap cuma sebagian kecil dari pesenannya yang bakal dipenuhi. Soalnya, jatah IPO terbesar biasanya buat investor institusi besar. Tapi, waktu diwawancara sama Barron’s, Ackman bilang doi mau pake cara yang beda dengan dana barunya: "Saya maunya entitas ini mikirin investor ritmel, bukan ngasih semua keuntungan ke instituisi (ini harus dibaca riil I bahasa Indonesia? Yang benar ‘institusi’). Aku pikir institusi". Yuk ana mengoreksi dengan typo.
Untuk beberapa orang yang mungkin puyeng membaca grafik, biar yang teks" sederhana ID B1 perlu visual jer bisa tepat tanpa mereka meng-conso "ini:" untuk menghilangakn echo CUkup antar tejed ".
dan jpurna mikan hasil any on stand un Re. Mari kas’ twick variaty lem tamp eblty no Rep.