David Attenborough: Baik-Baik Saja, Hari Ini Usianya 100 Tahun

Pada hari Jumat lalu, Sir David Attenborough genap berusia 100 tahun, dan banyak orang dari seluruh dunia mengirimkan ucapan selamat untuknya. Ia juga mendapat kehormatan berupa seekor tawon yang dinamai menurut namanya.

Sebagai seorang sejarawan alam, konservasionis, dan presenter yang dicintai, Attenborough telah mendidik jutaan orang tentang keajaiban dunia alami sepanjang kariernya yang membentang lebih dari 70 tahun. Sejak bergabung dengan BBC pada awal 1950-an, ia telah mempersembahkan berbagai program dokumenter yang sukses, seperti Planet Earth, Blue Planet, dan Extinction: The Facts. Bagi banyak orang, suaranya yang khas identik dengan keindahan alam yang agung.

Tak hanya di depan kamera, Attenborough juga aktif di belakang layar, menulis dan memproduksi berbagai dokumenter yang menangkap keindahan dunia di sekitar kita. Ia pun seorang konservasionis yang gigih memperjuangkan energi terbarukan, memerangi perubahan iklim, dan melindungi biodiversitas planet.

Karyanya telah menginspirasi banyak orang, menyorot keindahan serta kerapuhan lingkungan kita, dan akan tetapi juga urgensi untuk melindungi dan menjaganya.

"Jangan sia-siakan apa pun," ujar Attenborough dalam sebuah wawancara tahun 2020. "Jangan sia-siakan listrik, jangan sia-siakan makanan, jangan sia-siakan kekuatan. Perlakukanlah alam seolah ia sangat berharga, karena memang demikian adanya."

Maka dari itu, ulang tahunnya yang keseratus menjadi momen perayaan. Berbagai acara telah digelar untuk menandai momen ini, baik di Inggris maupun luar negeri, seperti spesial BBC langsung berjudul David Attenborough’s 100 Years on Planet Earth dan potret pasir sang naturalis sepanjang 80 meter oleh kolektif seni Sand In Your Eye untuk memperingatinya. Museum Australia juga turut merayakannya dengan memberikan tiket masuk gratis ke pameran mereka, Bloodsuckers: Nature’s Vampires.

Google pun ikut merayakannya dengan Easter egg yang menampilkan gambar hewan dan tumbuhan serta pesan terima kasih di hasil pencarian nama Attenborough.

MEMBACA  Sutradara Nayato Fio Nuala Wafat dalam Usia 58 Tahun

Tentunya, ketika seorang tokoh sepuh dan begitu dicintai seperti Attenborough muncul di berita utama tanpa konteks yang jelas, itu pasti menimbulkan sedikit kekhawatiran. Untungnya, kekhawatiran itu tidak beralasan.

Meskipun Attenborough sudah tidak aktif di media sosial sejak masa singkatnya pada 2020, ia merilis pesan audio lewat BBC untuk berterima kasih atas ucapan selamat yang diterimanya.

"Saya lebih memikirkan bahwa saya akan merayakan ulang tahun ke-100 saya dengan tenang, tapi tampaknya banyak dari kalian yang punya pikiran lain," ujar kolom Attenborough pada hari Kamis lalu. Saya betul-betul kewalahan dengan ucapan ulang tahun yang datang dari grup prasekolah hingga penghuni panti jompo, dan tak terhitung banyaknya individu serta keluarga dari segala usia.

Saya tidak mungkin membalas satu per satu, tapi saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas segala pesan hangat kalian, dan saya berharap bagi mereka yang telah merencanakan acara lokal besok, semoga hari kalian sangat menyenangkan.

Video Unggulan Untuk Anda

Manusia mungkin bisa segera hidup di bawah air, di habitat laut dalam ini.

Sir David Attenborough Dapatkan Seekor Tawon untuk Ulang Tahunnya yang ke-100

Attenborough menerima setidaknya satu hadiah ulang tahun yang tidak biasa minggu ini, dengan Natural History Museum di London menamai spesies baru untuk menghormatinya. Lebih dari 50 spesies sebelumnya telah dinamai berdasarkan Attenborough, termasuk ekidna berparuh panjang, udang hantu, dan plesiosaurus. Kini satu lagi ditambahkan ke daftar: Attenboroughnculus tau, spesies tawon parasit yang ditemukan di Chili. Meskipun pertama kali dikoleksi pada tahun 1984, museum baru saja mengidentifikasi serangga ini.

Museum mengumumkan namanya pada hari Kamis, menyatakan bahwa keputusan tersebut untuk menghormati karya Attenborough dan menginspirasi orang lain untuk mendalami ilmu sejarah alam.

MEMBACA  TikTok ingin Anda menelepon perwakilan Anda untuk menghindari penutupan

"Saya mendapatkan ide ‘saya ingin menjadi taksonom’ dari Attenborough melalui Life on Earth," kata kurator utama serangga Dr. Gavin Broad kepada ABC News Australia. "Attenborough-lah yang membukakan mata saya pada dunia yang lebih luas… jadia dialah penyebab saya berada di posisi saya sekarang."

Meskipun waktunya kebetulan sekali, tawon parasit mungkin tampak bukan makhluk paling terpuji yang bisa dikaitkan dengan Attenborough. Ini juga bukan pertama kalinya tawon parasit mendapat namanya, sebelumnya sudah ada Smicromorpha attenboroughi dari India pada tahun 2021.

Meski begitu, ini tetap cukup pantas mengingat rasa hormat dan penghormatan Attenborough terhadap semua makhluk hidup, meskipun dirinya dilaporkan membenci tikus. (Meskipun tidak ada tikus yang dinamai Attenborough, ia menjadi nama untuk tumbuhan kantong semar karnivora yang memakannya.) Jika ada seseorang yang bisa menemukan keindahan dalam tawon parasit, Itu mungkin adalah Attenborough.

Tinggalkan komentar