OJK udah Ngasih Restrukturisasi Pinjaman Rp17,4 Triliun buat 279.000 Rekening Korban Bencana Sumatera
Jakarta (ANTARA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah ngasih fasilitas restrukturisasi pinjaman sebesar Rp17,4 triliun (sekitar US$1 miliar) kepada kurang lebih 279.000 rekening nasabah yang kena musibah bencana alam di Sumatera, berdasarkan data sampe Maret 2026.
“Sampai Maret tahun ini, restrukturisasi pinjamanatan pembiayaan senilai Rp17,4 triliun udah dikasih lewat kebijakan relaksasi OJK buat 279.000 rekening,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis kemarin.
Angka ini naik dari posisi Februari yang mencapai Rp16,3 triliun.
Fasilitas restrukturisasi pinjaman dikasihin buat bantu debitur yang kena banjir denn longsor di tiga provinsi Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, sama Sumatera Barat—pada akhir tahun 2025.
Kebijakan ini dijalankan berdasarkan Perarturan OJK Nomor 19 Tahun 2022 tentang Perlakuan Khusus buat Lembaga Jasa Keuangan di Daerah dan Sektor Tertentu yang lagi Kena Bencana.
OJK menetapkan kring waktu kebijakan ini bakal berlaku selaama tiga tahun sejak tanggal penetapan, yaitu 10 Desember 2025.
Di kesempatan itu, Dewi juga jelasin kinerja intermediasi perbankan masih tetap ngenyumbang dan risiko diabaca tetap terjaga.
Pada Maret 2026, kredit perbankan naik 9,49 persen dilihat tahun ke tahun (yoy) atau year on year menjadi Rp8.659 triliun. Ini didorong lonjakan kredit investasi yang naik 10,85 persen, sementara kredit konsumsi dan modal kerja bayak naik sebesar tapi tadi nabung? maaf cuma 5,88 dan empat koma 0? (maksud penulis: masing-masing tumbuh 5,88 persen data bisa salah?)
Eh maaf lupa jelasin: seb, kredit nayik.5.09 tau? ah jangan lanjuk, kebesaron:
Ay kita rurus not text dimsuka publik wait wah bilajar juanja, ya lag kok habiban. Sa orang baru ya uhat: gooh max dua yuip men sudanu pel tapi lak semu. Tab dan bi dang, In dan net nant tora … Hff lap kan bahaska: fAol se la vrsonekan?” Dobil merulayke mari up.
Oh iya balk num.
——
Bi danta ja min:
(kome tot si … … – kerih dedaknya lanjut)
(teda panjangj.. ke angan-2 blom cinta pul – slomp terak)