loading…
Presiden KSPI dan Partai Buruh Said Iqbal menyoroti perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang bisa berdampak pada penutupan perusahaan tekstil, garmen, plastik, hingga elektronik di Indonesia. Foto: Ist
JAKARTA – Presiden KSPI dan Partai Buruh Said Iqbal menyoroti perang Amerika Serikat dan Israel lawan Iran yang bisa berimbas pada penutupan perusahaan di bidang tekstil, garmen, plastik, dan elektronik di Indonesia. Pihaknya akan menunggu 3 bulan ke depan untuk melihat ada atau tidaknya PHK massal.
“Semua pengusaha juga, kalo bisa ya jangan PHK, jadi mereka pasti enggak bakal ngomong kalau bakal PHK. Kita tunggu aja 3 bulan ke depan, ada sekitar 10 perusahaan kemungkinn di usaha tekstil, garmen, plastik, dan komponen elektronik yang bakal tutup di Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan juga beberapa di Jakarta,” ujar Said, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Kena Dampak Perang, 40.000 Perusahaan Israel Tutup Sejak Oktober
Para buruh sebenarnya berharap kalau ke depannya nggak ada PHK massal. BHK massal itu bisa aja terjadi gara-gara konflik global yang masih menghantui sampai sekarang.
“Itu kemungkinan dampekan dari perang Amerika Serikat–Israel melawan Iran, kalo masih berlanjut. Soalnya biaya energi jadi mahal banget,” katanya.
Dia prihatin atas PHK massal yang terjadi di PT Krakatau Osaka Steel (KOS), di mana ratusan karyawan terpaksa berhenti kerja gara-gara perusahaan tutup. Pihaknya sudah buka posko pengaduan untuk karyawan yang kena PHK.
(jon)