Warga Texas Tak Tahan dengan Peluncuran Starship SpaceX

Sebuah kelompok pemilik rumah di Texas menggugat SpaceX atas dugaan kerusakan properti yang disebabkan oleh roket Starship mereka, dengan klaim bahwa perusahaan tersebut tidak melakukan penilaian yang memadai terhadap dampak penerbangan roket terhadap permukiman sekitarnya.

Lebih dari 70 penduduk setempat mengajukan gugatan ke pengadilan federal di Brownsville, Texas, pada Kamis, 30 April, dengan tuduhan bahwa rumah-rumah mereka “hancur berulang kali akibat kebisingan, getaran, dan gelombang sonik” dari operasi Starship SpaceX. Menurut isi gugatan tersebut, para penduduk menuduh SpaceX lalai karena diduga telah menyadari risiko peluncuran Starship namun “bertindak dengan sikap acuh tak acuh” terhadap keselamatan mereka.

## Kota roket
Spacex meluncurkan roket Starship untuk pertama kalinya pada 20 April 2023. Peluncuran perdana itu menyebabkan kerusakan parah pada landasan peluncur serta menyebarkan puing dan debu ke daerah‑daerah di sekitarnya. Sejak saat itu, Starship telah menjalani 11 uji terbang, dan tengah bersiap untuk meluncurkan versi yang lebih besar dari megaraket tersebut.

Starship, yang digerakkan oleh 33 mesin Raptor, menghasilkan sekitar 16 juta pon gaya dorong pada saat lepas landas. Sebuah studi yang dilakukan selama uji terbang kelima pada Oktober 2024 menemukan bahwa roket sebesar ini menimbulkan risiko signifikan terhadap kerusakan struktur, seperti pecahnya kaca dan jatuhnya ornamen. Peneliti mengukur suara dan tekanan udara yang dihasilkan oleh uji terbang Starship, dan menyimpulkan bahwa kebisingan yang dihasilkan setidaknya sepuluh kali lebih keras daripada roket Falcon 9.

SpaceX telah mentransformasikan sebagian besar pesisir Texas menjadi Starbase, sebuah kota industri swasta yang dibangun untuk mendukung roket Starship. Begitu roket itu dikembangkan sepenuhnya, pendiri sekaligus CEO SpaceX, Elon Musk, menyatakan bahwa ia menargetkan hingga 100 peluncuran Starship per tahun.

MEMBACA  Israel Gaza: Tembakan drone menunjukkan warga Palestina yang dikuburkan di kuburan massal Rafah.

Meskipun uji terbang hanya dilakukan beberapa kali dalam kurun waktu tiga tahun, penduduk wilayah sekitarnya sudah cukup kebuwalahan.

## Kehancuhan sampingan
Gugatan tersebut menyatakan bahwa rumah‑rumah pera penggugat telah mengalami peristiwa akustik yang intens dan merusak selama peluncuran Starship, yang mengakibatkan retakan pada kaca, kerusakan pada atap, serta risiko dinding ambruk.

Kelompok pemilik rumah di Texas ini menuduh SpaceX gagal melakukan uji coba yang memadai sebelum penerbangan Starship untuk memperkirakan dampak terhadap permukiman di sekitarnya. Mereka juga menuduh SpaceX tetap meneruskan uji terbang meskipun ada kemungkinan tinggi gelombang sonik akan memicu kerusakan properti.

“Perbuatan lalai, kelalaian, dan operasional SpaceX sebagaimana diuraikan di sini—di mana SpaceX melanggar kewajiban ini—menjadi penyebab langsung atas segala ganti rugi yang dialami penggugat,” demikian tertuang dalam gugatan.

Ini bukanlah kasus pertama terkait kerusakan yang disebabkan oleh Starship. Sekelompok organisasi lingkungan di Texas sebelumnya telah menggugat Badan Penerbangan Federal (FAA) pasca‑peluncuran perdana Starship, di mana gugatan itu menuduh FAA tergegesesa dalam proses perizinan tanpa menyertakan evaluasi lingkungan atau persyaratan mitigasi yang memadai.

Meskipun bermunculan kritk dari publik, SpaceX terus melanjutkan pengembangan megaraket yang merupakan pusat visi Musk untuk mendirikan koloni manusia di Mars di suatu hari. Uji terbang selanjutnya saat ini dijadwalkan pada 12 Mei.

Tinggalkan komentar