Rabu, 6 Mei 2026 – 04:29 WIB
Jakarta, VIVA – Kabar bagus datang dari cabang olahraga loncat indah di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026. Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia, Ronaldy Herbintoro, bilang kalau bibit-bibit muda potensial mulai bermunculan dan unjuk gigi di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Di ajang yang berlangsung dari Selasa sampai Kamis (7/5) ini, regenerasi atlet terlihat banget. Ronaldy nyebut kalo atlet lapis kedua sekarang punya daya saing yang lebih tinggi dan mulai kasih tekanan serius ke para atlet senior.
Kejutan dari Atlet Lapis Kedua
Ronaldy ngaku cukup kaget sama peningkatan teknik dan kekuatan yang ditunjukin atlet muda sekarang. Menurut dia, dominasi atlet senior yang dulunya susah ditembus sekarang mulai goyang.
“Kalo liat Kejurnas kali ini, banyak kejutan, terutama dari atel [kesalahan ketik: atlet] lapis kedua. Mereka udah mulai nunjukin teknik dan power yang lebih baik, bahkan bikin pelatih dan senior kaget,” kata Ronaldy di Jakarta.
Dia nambahin, kalo dulu posisi senior relatif aman, sekarang persaingan di setiap nomor lomba jadi super ketat. “Ini bikin kami optimis pembinaan udah di jalur yang bener,” lanjutnya.
Peningkatan Peserta dan Pemerataan Kekuatan
Selain kualitas, jumlah peserta Kejurnas tahun ini juga naik. Total ada 84 atlet, terdiri dari 49 putra dan 35 putri dari 12 tim. Menariknya, sistem yang ngizinin satu daerah kirim lebih dari satu tim sukses bikin jumlah atlet dan atmosfer persaingan makin hidup.
Nggak cuma itu, dominasi DKI Jakarta dan Jawa Timur sekarang mulai ditantang daerah lain. Munculnya kekuatan baru dari berbagai wilayah nandain kalo pembinaan loncat indah udah mulai merata di Indonesia.
Proyeksi Internasional
Hasil Kejurnas ini nantinya bakal dipake buat evaluasi nasional sekaligus pemetaan buat nyusun long list atlet potensial. Atlet yang masuk daftar itu bakal diproyeksikan buat wakilin Indonesia di ajang internasonal [kesalahan ketik: internasional].
Ronaldy berharap tren positif ini bisa terus terjaga lewat pembinaan yang berkelanjutan, biar Indonesia mampu bersaing lebih kompetitif di level Asia maupun dunia.