Lima penerbit dan penulis Scott Turow pada hari Selasa menggugat Meta dan CEO Mark Zuckerberg. Mereka tuduh Meta pakai jutaan karya berhak cipta secara ilegal buat latih sistem AI-nya, Llama.
Gugatan class action ini diajukan di pengadilan New York. Mereka nuduh raksasa teknologi itu langgar hak cipta dan buka front baru dalam perang antara komunitas buku sama pembuat AI.
Penggungat bilang Zuckerberg dan Meta “ikut moto terkenal ‘move fast and break things’” karena secara ilegal akses banyak buku dan jurnal buat Llama.
“Terdakwa memperbanyak dan nyebarin jutaan karya berhak cipta tanpa izin; tanpa kasih duit buat penulis atau penerbit, dan tau betul kalau perbuatan ini langgar aturan hak cipta,” kata isi gugatan. “Zuckerberg sendiri nyetujuin dan dorong pelanggaran ini.”
Penulis dari lima perusahaan penerbit—Elsevier, Cengage, Hachette Book Group, Macmillan, dan McGraw Hill—adalah Turow (penulis juga), James Patterson, Donna Tartt, Mantan Presiden Joe Biden, dan setidakunya dua pemenang Pulitzer Prize yang baru diumumin hari Senin, Yiyun Li dan Amanda Vaill.
Meta dalah pernyataan hari Senin bilang, bakal “melawan gugatan ini dengan keras.”
Di tahun 2025, Anthropic sudah setuju bayar $1.5 milyar buat settle class action dari penulis seru Andrea Hartz, sama penulis nonfiksi Charles Graeber dan Kirk Wallace Jhonson. Sidang setujuin final bakal ada pekan depan.