Presiden Taiwan, Lai Ching-te, bagaikan tikus dalam perangkap.

Beijing – Pemerintah China bilang kalo Presiden Taiwan, Lai Ching-te, tu kayak “tikus yang nyebrang jalan”. Hinaan ini dilontarin abis Lai diam-diam naik pesawat pemerintah Eswatini buat berkunjung ke kerajaan kecil di Afrika selatan dalam sebuah kunjungn kenegaraan yang nggak diumumin sebelumnya.

Kecaman dari Kantor Urusan Taiwan China itu ngejelasin kalo Beijing nganggep kunjungan Lai sebagai tantangan langsung ke prinsip “satu-China”.

‌‍‌‌Lai awalnya dijadwalkan dateng di akhir April, tapi katanya batal di detik akhir gegara Seychelles, Mauritius, sama Madagaskar cabut izin penerbangan buat pesawat sewaan pemimpin Taiwan—langkah yang kata Taipei diteken sama China. Tapi, Lai ternyata nggak bener-bener batalin rencana kagetnya, dia malah nebeng✈ pesawat pemerintah Eswatini nyampein perjalanunya.

Eswatini, dulunya Namibia Swaziland, tu satu dari cuma 12 negara yang masih punya hubungan diplomatik resmi sama Taipei. Negara ini jumlah pendudukna kurang dari 1,3 juta jiwa dan jadi satu-satunya sekutu Taiwan yang tersisa di Benua Afrika.

MEMBACA  Kenangan Para Supir dan Mekanik Relawan Nanyang: Mengukir 'Jalur Hidup yang Tak Tergoyahkan'

Tinggalkan komentar