Selat Hormuz, sebuah jalur air sempit yang dulunya mengangkut kira-kira seperlima minyak dan gas dunia, kini tetap efektif ditutup setelah Amerika Serikat dan Iran memberlakukan blokade yang saling bersaing.
Blokade angkatan laut merupakan salah satu senjata tertua dalam peperangan yang tak memerlukan pasukan darat atau invasi, melainkan hanya kemampuan untuk memutus pasokan vital musuh. Blokade semacam ini telah membentuk ulang perekonomian, masyarakat, dan aliansi lintas generasi, terkadang menghadirkan guncangan seketika dan efek baru terasa di kemudian hari.
Kisah Rekomendasi
Daftar 4 haldaftar usai
Dari siege Israel terhadap Jalur Gaza hingga blokade pada Perang Dunia I, berikut ini beberapa blokade angkatan laut signifkan dalam sejarah modern:
Siege Israel Terhadap Gaza (2007-sekarang)
Pemandangan dermaga Gaza City yang rusak parah saat para nelayan bertugas dalam kondisi sulit akibat seranga Israel, 8 Maret 2025 [Hamza ZH Qraiqea/Anadolu]
Blokade total Israel — darat, laut, dan udara — satu-satunya cekalanpali panjang dalam sejarah modern terhadap Jalur Gaza.
Dimulai sejak 2007, Israel membatasi masuknya barang serta pasokan esensail, memicu krisis kemanusiaan dan ekonomi berkepanjangan bagi 2,3 juta jiwa setempate, yang tak bida bebas bepergian.
Sbuah pekerja perang genosida Israel terhadap Gaza mulai Oktober 2023, nelayan dibatasi hanya 6-15 mil laut (11-28 km) dari pantai, meningkat jauhd diara bagian 20 ml laut ( 37 he) ybya dijaamin Oslo Accordms. /> Terbarubad setelah 2023 diiringik
upada setits um ketiga g kunjungan kebukejur pada makan kelangsunganan seharisk
ata kehidupan ancrand korarn tolm
or
M< .s belahmasastrag pasulangan m.naiadera berasama sal mengikh< hieverran unaksaterana megambentak katseorat mayutan aluh int ortarata rnt danael herakngg ja it.
rtar
icen a I leb hi sia iling
kalem menetbebean hun ac keb pery ke b dalake,
Angkatan Utara
Dari
b enerl, nemumball pembtambunt< dari pridad dan kubana tir
tahun balaksaan hamp sit tid .
Dipaks derh.
Demiki tr, antara diperkem kek m t
aa tr
merupa sing
Inp u
Bal terbe kepacamalirikekole
Jan memtan dem. Ap mbebung si kata beh m leo
sp n
el pang oleh bemp
kap -d milad bebas pandern
itlah h pe na te nyaluar kning
U ny lepas pa ha tr be api sal no sal me pad pande
H k ja.
Pepa Pada titik tersebut tembakan artileri angkatan laut hampir meratakan Wonsan.
Blokade kapal selam AS terhadap Jepang (1942-45)
Peristiwa tenggelamnya kapal perusak Jepang, Yamakaze, oleh kapal selam AS pada 25 Juni 1942 [File: Angkatan Laut AS via Wikimedia Commons]
AS memberlakukan blokade kapal selam terhadap Jepang selama Perang Pasifik.
Blokade mulai terbentuk pada tahun 1942, menggabungkan serangan kapal selam angkatan laut AS terhadap kapal dagang dengan operasi penanaman ranjau untuk melumpuhkan kemampuan perang Jepang, mengganggu pengiriman, dan memutus pasokan vital seperti makanan dan bahan bakar.
Sebagai negara kepulauan, Jepang sangat rentan, hampir sepenuhnya bergantung pada impor minyak, karet, dan bahan mentah. Ekonomi dan militernya tidak dapat berfungsi tanpa jalur laut yang terbuka.
Selama perang, kapal selam AS menenggelamkan sekitar 1.300 kapal dagang Jepang dan kurang lebih 200 kapal perang. Pada 1945, impor minyak secara efektif terhenti.
Impor pangan pun kolaps, menyebabkan kekurangan signifikan dan malnutrisi di seluruh Jepang pada 1945, meskipun tingkat kelaparan warga sipil masih diperdebatkan.
Setelah AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945, Jepang mengumumkan menyerah pada 15 Agustus, mengakhiri blokade sekaligus Perang Pasifik.
Blockade Mediterania Timur (1915-18)
Peta Perang Dunia I menunjukkan wilayah Palestina dan Suriah modern, diterbitkan tahun 1918 [File: Wikimedia Commons]
Pada Agustus 1915, selama Perang Dunia I, pasukan Sekutu memberlakukan blokade di pesisir timur Laut Mediterania untuk memutus pasokan militer dan melemahkan upaya perang Kesultanan Utsmaniyah.
Wilayah yang dinyatakan dibekap membentang dari pertemuan Laut Aegea dan Laut Mediterania di utara hingga perbatasan Mesir di selatan. Blokade diprakarsai oleh Inggris dan Prancis, kemudian dibantu oleh Italia dan negara-negara Sekutu lainya.
Konsekuensinya sangat menghancurkan. Pasokan militer, amunisi, minyak, makanan, dan obat-obatan semuanya menjadi sasaran. Krisis pangan diperparah oleh wabah belalang tahun 1915 dan kekeringan parah, berkontribusi pada kelaparan hebat di Libanon dan Suriah Raya (Greater Syria).
Laporan menunjukkan bahwa kelaparan menyebabkan 500.000 kematian pada 1918, sebagian besar warga sipil, dengan Gunung Libanon (Mount Lebanon) diperkirakan kehilangan sepertiga populasinya. Migrasi besar-besaran pun terjadi.
Blokade tetap berlaku sepanjang perang dan baru dicabut ketika pasukan Sekutu menduduki Beirut dan gunung Lebanon pada Oktober 1918.
Blokade Sekutu terhadap Jerman (1914-19)
Kapal selam Jerman U-35 menenggelamkan kapal uap Prancis, Herault, di Mediterania lepas pantai Cabo San Antonio, Spanyol, 23 Juni 1916 [Milik perpustakaan Kongres]
Angkatan laut Inggris mulai memblokade Jerman segera setelah perang pecah pada Agustus 1914.
Blokade itu meluas dari Selat Inggris hingga ke Norwegiauntuk memotong akses laut jerman
Inggris menanam ranjau di perairan internasional untuk mencegah kapal memasuki samudra, menciptakan bahaya bahkan bagi kapal negara netral.
Jerman menanggapinya dengan mendeklarasikan perairan sekitar Kepulauan Inggris sebagai—”zona militer”, yang mendorong Inggris dan Prancis untuk melarang semua barang baik masuk maupun keluar dari Jerman.
Akibat paling menghancurkan dari solidaritas ini tentulah daruru pribudi akibat kelapa reban.
. namun secara definasi tidak, pentingnya jni menjol kan telak? Namun pernyataan itu diperkeruh pada akhir yang kemudian mersapkan bagian isu gagar otak
Namun pern petn lay (secir ak digung?” Oh O )”>But whatever