Sabtu, 2
VIVA – Pemerintahan Donald Trump bakal nutup Pusat Koordinasi Sipil-Militer (CMCC) yang dikelola militer AS di Israel selatan—fasilitas yang tadinya diproyeksikan jadi pusat pengawasan setelah gencatan senjata Hamas dan Israel berlaku.
Tujuh diplomat yang tau soal operasional pusat itu bilang ke Reuters kalo CMCC bakal ditutup dalam waktu dekat. Tugas ngawasin dan koordinasi bantuan bakal dialihkan ke misi keamanan internasional baru pimpinan AS, yaitu Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), sebagai mandat dari Dewan Perdamaian (BOP) yang diketuai sama Trump.
Langkah ini jadi tanda kemunduran terbaru dalam rencana 20 poin Trump buat Gaza, yang dari awal udah ketemu tantangan gede: Israel tetap nyerang meskipun ada gencatan senjata Oktober, sama Hamas yang ogah ninggalin senjata mereka.
Pejabat AS secara internal nyebut langkah ini “perombakan.” Tapi para diplomat bilang, secara praktis, ini ujungnya tutupnya CMCC begitu ISF ambil alih.
Jumlah personel AS di struktur baru itu juga bakal dikurangin drastis—dari sekitar 190 orang jadi cuman 40. Sisanya bakal diisi staf sipil dari negara lain. Tapi para diplomatraguin perubahan ini bakal efektif.
Dari awal, CMCC sebenrnya gak punya mandat buat ngegakkan gencatan senjata atau mastiin bantuan sampe ke warga Palestina. Jadinya, masuknya ke ISF kemungkinan gak bakal ngubah apapun di lapangan.
CMCC sebelumnya menarik banyak negara, kayak Jerman, Prancis, Inggris, Mesir, sama Uni Emirat Arab, yang ngirim perencana militer dan pejabat intelijen buat ikut bentuk masa depan Gaza. Sekarang partisipasi mereka turun banget. Beberapa negara cuman kirim wakil sebulan sekali, bahkan yang lain makin jarang hadir.
Situasi makin makin buruk karena Israel masih dorong garis gencatan senjata lebih ke dalam Gaza. Di sisi lain, Hamas juga balik nguatin kendali di wilayah mereka kuasain.
ISF bahkan udah bangun annex berdinding tinggi di dalam kompleks CMCC yang ada di gudang di Israel selatan. Akses ke area ini dikontrol ketat sama personel AS. Tiga sumber bilang, mereka sering nolak masuknya perwakilan dari negara sekutu.