Restrukturisasi Danareksa Menjadi Manajer Aset Utama oleh Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Indonesia mulai merestrukturisasi PT Danareksa, perusahaan milik negara, untuk diubah menjadi perusahaan manajemen aset yang fokus, dengan perkiraan aset yang dikelola mencapai sekitar Rp185 triliun (sekitar US$10,7 miliar).

Dony Oskaria, kepala Badan Pengawas BUMN dan COO Danantara, dalam pernyataan pada Kamis, mengatakan Danareksa tidak akan lagi berfungsi sebagai perusahaan induk, melainkan akan bergabung menjadi satu entitas yang lebih kuat, dengan target menjadi manajer aset terbesar kedua di Indonesia.

Restrukturisasi ini akan melibatkan pemisahan anak perusahaan yang tidak sesuai dengan mandat inti Danareksa sebagai manajer aset, menandai pergeseran dari struktur kepemilikan multi-sektor saat ini.

Elemen kunci dari transformasi ini termasuk pemisahan dan konsolidasi lintas sektor, yang dirancang untuk merampingkan operasi dan menyelaraskan unit bisnis dengan kompetensi industri masing-masing.

Segmen bisnis seperti kawasan industri, konstruksi, jasa kliring, dan jasa keuangan akan dipisahkan dan dikonsolidasikan ke dalam kepemilikan sektoral yang relevan berdasarkan keahlian inti mereka.

Oskaria mengatakan Danareksa akan kembali ke mandat awalnya sebagai perusahaan manajemen aset, dengan empat unit manajemen aset milik negara yang akan bergabung di bawah naungannya.

Divestasi anak perusahaan non-inti diperkirakan akan selesai pada pertengahan bulan depan, dengan pengumuman resmi mengenai konsolidasi ditargetkan pada 10 Mei.

Pemerintah berharap peralihan ke model manajemen aset yang fokus ini [https://en.antaranews.com/news/- ] dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat perusahaan, dan memungkinkan optimalisasi aset negara yang lebih profesional.

Setelah konsolidasi, Danareksa diperkirakan akan mengawasi dana yang substansial, didorong oleh integrasi manajer investasi dari asosiasi bank milik negara, yang dikenal sebagai Himbara.

Dengan integrasi unit manajemen investasi Himbara, total aset yang dikelola diproyeksikan mencapai Rp185 triliun, menempatkan Danareksa sebagai manajer aset terbesar kedua di Indonesia.

MEMBACA  Pelajaran dari pemilihan pendahuluan Partai Republik di Carolina Selatan oleh Reuters

Restrukturisasi ini mencerminkan upaya yang lebih luas untuk merampingkan badan usaha milik negara, meningkatkan tata kelola, dan membuka nilai yang lebih besar dari aset terkait pemerintah melalui praktik manajemen yang lebih fokus dan profesional.

Berita terkait: Indonesia rangking kedua dalam ketahanan energi global versi JP Morgan: Menteri
Berita terkait: Prabowo dorong manajemen aset yang lebih kuat saat Danantara berusia satu tahun

Penerjemah: Putu IS, Rahmad Nasution
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar