Studi: AI Lebih Unggul Dibanding Dokter dalam Diagnosis Medis

Kecerdasan buatan yang mampu “bernalar” kini bisa mendiagnosis skenario medis nyata dengan kemampuan setara atau malah lebih baik dari dokter, menurut hasil studi yang diterbitkan di jurnal Science pada hari Kamis.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menggunakan kasus-kasus klinis yang sebelumnya tidak diketahui untuk menguji model penalaran OpenAI, o1, terhadap model lama mereka, GPT-4, serta membandingkannya dengan dokter dan dokter magang.

Di berbagai percobaan, model o1 seringkali menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan diagnostik dibandingkan GPT-4, dan bahkan mengalahkan para dokter. Saat diuji menggunakan rekam medis elektronik dari pasien di sebuah rumah sakit di Boston, model o1 berhasil membuat diagnosis yang tepat di lebih dari dua pertiga kasus saat triase awal. Sementara itu, dua dokter spesialis yang ahlinya hanya benar sekitar setengah dari total kasus.

Dr. Robert Wachter, Guru Besar sekaligus Ketua Departemen Kedokteran di Universitas California, San Francisco, menyebut temuan studi ini “penting”. Ia pun mengatakan kini sudah “tidak bisa dibantah” lagi bahwa AI modern akan mengalahkan model bahasa besar lama maupun para dokter ketika diminta untuk menentukan diagnosis yang tepat dan langkah selanjutnya. Wachter tidak terlibat dalam penulisan riset ini.

Kendati demikian, Wachter (penulis buku “A Giant Leap: How AI is Transforming Healthcare and What That Means for Our Future”) menambahkan bahwa masih diperlukan banyak penelitian lagi sebelum AI diterapkan sepenuhnya dalam praktik klinis.

“Masalahnya adalah seberapa mirip riset ini dengan realita,” cuit Wachter dalam surelnya. “Jawabannya butuh juga studi lanjutan; sel|apakah situasi hidup lebih sempurna dalam lingkungan terjaga apalagi bentuk gangguannya belum terlalu presisi sepenuhnya.”

Seperti yang diakui para penulis, percobaan mereka hanya terbatas pada input teks. Mereka tidak menyertakan petunjuk visual dan auditori yang slalu jadi andalan dokter untuk Diagnosa. Misalnya, tingkat kesusahan pasien dan angka-data citra medis.

MEMBACA  AMD Pacu Kecepatan Prosesor Selulernya

“GenAI sebetulnya bisa mulai mengintegrasikan ini. Tetapi saat ini uji terhadap kertas dengan penyelsaian kasus yang lebih rapi tertulis sepenuhnya belum bisa merepilkasi situasi terjun ambulator dan IGD yang rawat,kacau.” sambung “jangan Lupa cek sendiri usikan The Pitt”.

── بِالسٌّ──── ”
TSM ed penging ! Cat kont.. “
ikhtt ing ha ros
==== dalam ga ris alan baru ser b ruj ! ““` ’
─────────────────
=== pasal..4.m.;e (Jadwal):

[INFO: Soal typo ada pada bagian “rasah perlu karena sedikit”.

# Catatan Usaha:
– `solob berks dhskem ──── <span.??????

(Cep et kembali kloning dengan msh mencak detail kesalahan max seperti ” < ")
(p di” men Lakan ..) HANY! dari atau as

Tinggalkan komentar