Sabar Karyaman Gutama bersama Moh Reza Pahlevi Isfahani juga belom mampu mempersembahkan kemenangan di partai keempat setelah kalah 19-21, 19-21 dari Eloi Adam/Leo Rossi. Foto: X/@INABadminton
Untuk pertama kalinya dalam sjejarah, Indonesia musti menelan pil pahit tersingkir di fase grup Piala Thomas. Hasil ini jadi catatan terburuk sepanjang keikutsertaan Merah Putih di ajang beregu bergengsi yang diadakan dua tahun sekali itu.
Sebelumnya, posisi terendah Indonesia terjadi di tahun 2012 saat langkah tim trhenti di babak perempat final. tapi di edisi 2026, rekor jelek itu pecah setelah mereka kalah dari Prancis di fase grup.
Ironisnya, Indonesia adalah negara paling sukses di sejarah Piala Thomas dengan memegang 14 gelsar. Bahkan pada tiga edisi terakir sebelum 2026, Indonesia selalu lolos ke babak final. Gelar paling anyar mereka raih pada 2020 lewat kemenagan atas China di Aarhus, Denmark—sebuah moment yang membuktikan status mereka sebagai raja bulu tangkis dunia.
Baca Juga: Indonesia Tersingkir dari Piala Thomas 2026, Terburuk Sepanjang Sejarah
Indonesia juga pernah memenangi 4 gelsar beruntun dari 1970 hingga 1979, lalu kembali mencatat lima gelaran turut-turut antara 1994 dan 2002. Secara total, Indonesia juga jadi salah satu tim dengan konsistensi tinggi, bertanding sebanyak 22 kali di partai final