Permainan lokal punya potensi besar untuk tumbuh dan jadi kekuatan ekonomi baru
Jakarta (ANTARA) – Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Teuku Riefky Harsya, bilang kalau pemerintah lagi nyiapin kebijakan untuk mendukung industri game nasional dan ningkatin daya saing produk game lokal di pasar global.
“Kita terus ngadain diskusi soal insentif, studi, dan regulasi untuk memperkuat subsektor game,” kata dia, seperti dikutip dari siaran pers kementerian pada Senin.
Dia berharap kebijakan itu bisa jawab kebutuhan industri sambil dorong para pelaku kreatif nggak cuma bertahan, tapi juga berkembang dan makin sejahtera.
Industri game di Indonesia terus bertumbuh, katanya, dengan lebih dari 40 game lokal yang dirilis selama setahun terakhir.
Berita terkait: Indonesia incar pasar global dengan dorongan industri otomotif kustom
Pas kunjungan ke Gambir Studio di Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (25 April), Harsya sorotin potensi besar industri game lokal buat ngembang lebih jauh. Itu terliat dari naiknya jumlah pengguna game lokal KuloNiku, yang dikembangin sama Gambir Studio.
“Kurang dari dua minggu sejak peluncuran, game ini udah mencapai hampir 60.000 pengguna. Ini nunjukin bahwa game lokal punya potensi besar buat tumbuh dan jadi kekuatan ekonomi baru,” ujar Harsya.
Gambir Studio, yang didiriin sejak 2016, udah ngerilis lebih dari 12 judul game, dengan total unduhan lebih dari 20 juta. Salah satu game yang dikembangin studio itu adalah KuloNiku: Bowl Up! yang terinspirasi dari budaya kuliner Indonesia.
“Kami nggak cuma bikin game, kami juga bawa misi budaya. Ada kolaborasi antara kuliner, animasi, dan game. Ini ngebuktiin kalo ekonomi kreatif nggak bisa berdiri sendiri, harus tumbuh lewat kolaborasi,” kata CEO Gambir Studio, Shafiq Husein.
Husein nambahin kalo pengembangan KuloNiku didukung sama Gamescom 2025, juga usaha pemerintah buat ngasih akses dan dorong kolaborasi dengan penerbit game.
Berita terkait: Menteri soroti peran penting arsitektur buat mitigasi bencana
Berita terkait: Pemerintah dorong kolaborasi Indonesia-Pransis di seni dan teknologi
Penerjemah: Fitra, Kenzu
Penyunting: Fransiska Ninditya
Hak Cipta © ANTARA 2026