Hampir sepuluh tahun setelah menjual aset minyak kanada yang lebih kotor saat transisi ke energi bersih global, raksasa minyak Shell balik arah di Kanada dan membeli ARC Resources seharga hampir $14 miliar.
Meski Shell ikut tren perusahaan energi besar lain yang meninggalkan minyak kanada di dekade sebelumnya, akuisisi ARC ini memberi penekanan baru pada wilayah Montney di British Columbia dan Alberta yang kaya gas alam. Wilayah ini relatif lebih bersih daripada minyak kental dan mirip dengan ladang serpih AS. ARC yang berbasis di Calgary menyebut dirinya sebagai produsen utama di Montney.
Shell, BP, dan perusahaan minyak besar lain belakangan fokus meningkatkan produksi minyak dan gas untuk menaikkan pendapatan, sementara strategi energi terbarukan yang kurang menguntungkan di taruh di posisi belakang.
Wilayah Montney dianggap sebagai ladang minyak dan gas yang sedang berkembang karena ladang serpih terbesar di AS terus menua dan permintaan gas alam global naik, didorong oleh ekspor dan ledakan tenaga AI.
Kesepakatan ARC, yang tumbuh dari $13,6 miliar menjadi $16,4 miliar dengar asumsi utang, secara teori membuat Shell kemungkinan kecil akan menghidupkan kembali pembicaraan untuk mengakuisisi saingannya BP yang sedang kesulitan, yang akan menjadi kesepakatan energi terbesar abad ini. CEO Shell Wael Sawan menghentikan pembicaraan itu tahun lalu untuk fokus pada pertumbuhan organik dan kesepakatan kecil.
Kesepakatan ini terjadi dengan diskon kecil dari kapitalisasi pasar ARC per 24 April, tapi mendekati premi 20% dari nilai ARC selama sebulan terakhir.
Sawan bilang kesepakatan ARC menambah Shell “produsen berkualitas tinggi, biaya rendah, dan intensitas karbon rendah yang beroperasi di cekungan serpih Montney yang melengkapi jejak kami di Kanada dan memperkuat basis sumber daya kami untuk puluhan tahun ke depan.”
“Ini menjadikan Kanada sebagai pusat bagi Shell sambil memajukan strategi kami untuk memberikan nilai lebih dengan emisi lebih rendah,” tambah Sawan.
## Fokus Kembali ke Kanada
Pada 2017, saat minyak kananda mulai tidak populer secara global, Shell menjual asetnyanya seharga lebih dari $11 miliar ke Canadian Natural Resources seiring tren yang beralih ke kepemilikan perusahaan domestik Kanada.
Setahun kemudian, Shell menjual sahamnya di Canadian Natural seharga $4,3 miliar.
Namun, Shell tidak sepenuhnya ninggalin Kanada. Shell mempertahankan jejak kecil di wilayah Montney dan kemudian jadi pemilik terbesar proyek LNG Canada, yang jadi pusat ekspor gas alam liquefied pertama Kanada tahun lalu.
Produksi gas ARC bisa dipake untuk ekspor LNG Canada dan gelombang proyek LNG lain yang rencananya akan beroperasi di British Columbia untuk mengirip gas ke Asia—ini bisa jadi proposisi berharga, apalagi ekspor gas Qatar tiba offline selama bertahun-tahun karena kerusakan akibat perang di Iran.
ARC memproduksi sekitar 370.000 barel setara minyak per hari. Dari jumlah itu, 58% adalah gas alam dan 42% minyak mentah dan cairan lain, seperti butana dan propana.
ARC menambah sekitar 1,5 juta hektar di Montney kejejak Shell yang sudah ada sebesar 440.000 hektar.
Kesepakatan tunai-dan-saham ini terdiri dari sekitar 25% tunai—$3,4 miliar tunai dan $10,2 miliar saham Shell. Kesepakatan dijangka selesai akhir 2026.
Produsen besar lain di Montney termasuk Canadian Natural, Tourmaline Oil dari Calgary, dan Ovintiv dari Denver.
Fortune 500 Innovation Forum akan meetup para eksekutif Fortune 500, pejabat kebijakan AS, pendiri top, dan pemikir terkemuka membantu menentukan masa depan ekonomi Amerika, pada 16-17 Nov di Detroit. Apply di sini.