Makna dan kelangsungan hidup sangat bergantung pada air, tetapi apa jadinya jika infrastruktur vital ini sengaja ditakhtakan sebagai senjata? Dalam perang berkepanjangan antara AS–Israel melawan Iran, pabrik desalinasi yang menjadi sumber kehidupan jutaan penduduk di Teluk mulai dibidik. Tantangan ini menggambarkan pola yang semakin mengkhawatirkan: infrastruktur air makin rentan di tengah kelangkaan global yang terus memburuk. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengingatkan adanya ancaman “kebangrutan air”—justru diperparah oleh perubahan iklim serta kebutuhannan global yang semakin meroket, termasuk dari pusat data AI.
Namun, apakah konflik bersenjata dengan memanfaatkan jalur sumber air merupakan muslihat yang memberi keuntungan? Logistik perang sering berpikir semacam itu, sementara para pengamat lingkungan menyebut alih fungsi infrastruktur ini resmi—nyaris wajib dihentikan menjadi target umum politik agresi.
Pembawa Acara: Stefanie Dekker – Untuk edisi ini…
Narasumber:
Kaveh Madani – Guradirektur, UNU Institute for Water, Environment, and Health
Zeina Monwer – Pakar kebijakan lingkungan dan program iklim