Netflix meningkatkan rencana pembelian kembali saham sebesar $25 miliar setelah tawaran terhadap Warner Bros gagal

Oleh Harshita Mary Varghese

24 April (Reuters) – Netflix bilang pada hari Kamis bahwa dewan direksi sudah mengizinkan program pembelian kembali saham senilai $25 milyar, mulai kembali mengeluarkan modal setelah perusahaan streaming itu batal beli aset Warner Bros Discovery sebesar $72 milyar.

Sahamnya naik 1,5% di perdagangan sebelum pasar buka.

Izin yang baru itu ditambah dengan program buyback yang sudah disetujui pada Desember 2024 dan tidak ada batas waktu berakhirnya. Netflix punya sisa sekitar $6,8 milyar dari program buyback sebelumnya hingga akhir Maret.

Saham Netflix turun sekitar 9% tahun lalu setelah deal Warner Bros diumumkan, tapi naik sekitar 10% sejak perusahaan itu mundur dari kesepakatan pada Februari.

Dalam dua bulan setelahnya ninggalin Warner Bros, Netflix sudah meluncurkan beberapa inisiatif pertumbuhan, termasuk akuisisi perusahaan AI film dari Ben Affleck, InterPositive, naikin harga langganan di AS, dan rilis aplikasi game untuk anak-anak.

Analis perkirakan perusahaan bakal fokus lagi di bidang pertumbuhan seperti iklan, program langsung, dan olahraga, sembari tingkatkan layanan dengan iklan yang dianggap penting untuk pendapatan masa depan.

Minggu lalu, Netflix kasih ramalan hangat untuk kuartal kedua dan bilang bahwa pendiri dan Ketuanya, Reed Hastings, akan keluar dari perusahaan pada Juni.

Sebelumnya, perusahaan pamit bakal melanjutkan beli kembali saham sambil investasi sekitar $20 milyar tahun ini di film dan televisi.

“Pembelian kembali saham Netflix kasih sedikit jawaban tentang apa rencana mereka ngelanjutin setelah ngumpulin uang putus dari WBD,” kata analis senior Emarketer, Ross Benes.

“Tapi tetap tidak tunjukkan mana perusahaan itu mau investasikan langsung hasilnya.”

Netflix nerima biaya pembatalan $2,8 milyar dari Paramount Skydance, yang setuju bayar sebagai bagian dari akuisisi senilai $110 milyar untuk Warner Bros Discovery.

MEMBACA  Kapal kargo menjalani perawatan mesin sebelum tabrakan

(Laporan oleh Harshita Mary Varghese di Bengaluru; Penerbitan oleh Tasim Zahid)

Tinggalkan komentar