Dirilis pada 24 April 2026
Harga minyak melonjak akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz, menyusul aksi saling sita kapal-kapal dagang oleh Washington dan Tehran.
Minyak mentah Brent, acuan internasional, menembus 106 dolar AS per barel pada Jumat pagi, saat Washington dan Tehran meningkatkan konfrontasi mereka di jalur maritim pengangkut energi dunia ini.
Brent tercatat di 106,80 dolar AS pada pukul 01:00 GMT, naik hampir 5 persen dari harga penutupan Rabu, saat harga kembali melampaui 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya dalam dua pekan. Saham AS ambrol semalam. Indeks acuan S&P 500 turun 0,41 persen dan Nasdaq Composite yang sarat teknologi melemah 0,89 persen. Pelayaran di Selat Hormuz — yang biasanya membawa sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia — masih terhenti. Iran terus menuntut hak guna menentukan kapal mana yang boleh melintas, selska AS memblokir pelayaran dagang Iran. Presiden AS Donald Trump dalam pesan di Truth Social pada Kamis mengatakan bahwa ia telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menghancurkan kapal-kapal Iran yang memasang ranjau di selat itu. Hal ini tak lama setelah Pentagon mengumumkan bahwa super telah menyita kapal tanker bermuatan setengah minyak Iran untuk kedua kalinya dalam kurang dari sepek