Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca dan Antisipasi Kekeringan Jelang El Nino

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup sedang menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pengelolaan air di lahan gambut untuk menyongsong fenomena El Niño, yang diprediksi mengakibatkan kekeringan ekstrem dengan curah hujan yang sangat rendah di Indonesia.

"OMC ini dikembangkan setelah tahun 2023 dan kini telah menjadi protokol manajemen untuk memperpanjang masa hujan dan menyediakan air bagi daerah-daerah di bawahnya. Selanjutnya, di lapangan, kami akan menerapkan langkah-langkah permanen pemblokiran kanal," ujar Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, Indonesia memiliki jaringan kanal yang panjang, hampir mencapai 600.000 km. Oleh karena itu, daerah-daerah tertentu yang memiliki potensi sumber air akan kanalnya diblokir dengan berbagai metode dan teknologi untuk menjaga keamanan air sehingga dapat memasok daerah-daerah yang rentan kekeringan atau kebakaran hutan.

"Kami juga memperkuatnya melalui desa mandiri yang ramah gambut. Ini adalah strategi regional. Strategi utamanya adalah memonitor tinggi muka air di lahan gambut lalu melaksanakan modifikasi cuaca ketika muka air gambut turun lebih jauh. Jadi, jika muka air gambut turun di bawah 80 cm, kami akan menghubungi pihak berwenang untuk segera melaksanakan OMC," lanjut Nurofiq.

Dia menjelaskan, kekeringan berkepanjangan yang didorong El Niño berpotensi memengaruhi Indonesia, karena bertepatan dengan musim kemarau April–November 2026, sehingga menyebabkan curah hujan di seluruh negeri berkurang signifikan.

"Tahun ini, musim kemarau berlangsung dari April hingga November. Kita akan menjalani tujuh bulan pembangunan bersamaan dengan periode kering yang panjang dimulai April. Di saat bersamaan, kenaikan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah memicu El Niño, yang diperkirakan membawa tingkat curah hujan terendah dalam 30 tahun terakhir," tutur Menteri.

MEMBACA  Anggaran tabungan Jawa Barat Indonesia dialihkan ke program-program prioritas

Dia menambahkan, rata-rata curah hujan bulanan akan kurang dari 100 mm, dengan potensi air tanah dan lahan gambut menjadi kering.

"Oleh sebab itu, ada tiga kondisi kunci yang harus diatasi. Pertama, kekeringan panjang. Kedua, curah hujan terendah dalam 30 tahun, dan kemudian kekeringan lahan," pungkasnya.

Berita terkait:
Indonesia perkuat irigasi untuk hadapi risiko El Nino
Indonesia siap hadapi El Niño dengan surplus beras: menteri
Lindungi produksi beras saat musim kemarau dan El Nino mengancam

Penerjemah: Lintang Budiyanti P, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar