Jakarta (ANTARA) – Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus lagi pada Senin pagi, menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 1,4 kilometer di atas puncaknya, menurut Badan Geologi Indonesia.
Plt. Kepala Badan, Lana Saria, menyatakan dalam keterangan di Jakarta bahwa letusan terjadi pukul 05.53 waktu setempat, dengan kolom abu pekat bergerak ke arah timur.
Berdasarkan pengamatan visual dari pos pengamatan, gumpalan abu terlihat putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, menandakan emisi berkelanjutan dari kawah.
Data seismik mencatat letusan dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 49,87 detik, mencerminkan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan dan terus berlangsung.
Hingga berita ini dibuat, aktivitas erupsi di gunung di Pulau Halmahera tersebut masih berlanjut, dengan emisi abu intermitten teramati sepanjang pagi.
Gunung Dukono tetap berada di Level II, atau Waspada, level kedua dalam sistem peringatan empat tingkat, yang menandakan peningkatan aktivitas namun belum mengancam letusan besar.
Pihak berwajib menyarankan warga dan pengunjung untuk menghindari aktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah utama Malupang Warirang.
Masyarakat juga diimbau menyiapkan masker karena hujan abu terjadi berkala dan penyebarannya bergantung angin, sehingga area terdampak bisa berubah-ubah.
*Penerjemah: M.Riezko BEP, Rahmad Nasution
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026*