Alasan Publik AS Menolak Perang dengan Iran: Empat Pemicu Utama

loading…

Perang Iran tak diinginkan rakyat AS. Foto/X/CENTCOM

WASHINGTON – Mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris menyatakan bahwa Presiden Donald Trump dipaksa untuk berperang dengan Iran oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Menurutnya, ini adalah “upaya yang lemah untuk mengalihkan perhatian publik Amerika dari kasus Epstein.”

Mengapa Perang Iran Tidak Diinginkan Rakyat AS? Ini 4 Pemicunya

1. Terpengaruh Rayuan PM Netanyahu

Dalam pidatonya di Huntington Place, Detroit, selama acara makan siang perempuan di konvensi Partai Demokrat Michigan hari Sabtu, Harris mengatakan: “Trump terlibat perang, dan dia dibawa masuk oleh Bibi Netanyahu. Mari kita klarifikasi, rakyat Amerika tidak menginginkannya. Salah satu akibatnya adalah harga bensin yang naik.”

2. Mengalihkan Perhatian dari Skandal Epstein

Mengacu pada terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein, Harris menyebut bahwa dengan melancarkan agresi ke Iran, Trump ingin mengalihkan fokus publik AS dari keterkaitannya dengan Epstein ke sebuah perang yang mempengaruhi segala aspek kehidupan sehari-hari warga Amerika.

Survey menunjukkan mayoritas calon pemilih di AS percaya bahwa Trump memerintahkan agresi baru terhadap Iran setidaknya sebagian untuk mengalihkan perhatian dari skandal Epstein.

Kamala Harris mengkritik Trump karena membahayakan hubungan Amerika dengan sekutu dan menyebutnya sebagai “pria yang tidak stabil.”

3. Membahayakan Pasukan AS

Lebih lanjut, ia mengecam presiden tersebut karena membahayakan anggota militer Amerika dan memicu apa yang digambarkannya sebagai “perang internal” yang merugikan masyarakat, di mana kenaikan harga BBM terus memberatkan rumah tangga.

“Kita berhadapan dengan pemerintahan presiden paling korup, tak berperasaan, dan tidak kompeten dalam sejarah Amerika Serikat,” tambah Harris.

“Pria itu tidak mengerti seperti apa kekuatan sejati, dan dia selalu berusaha menutupi kekurangannya, berusaha berpura-pura bahwa pada dasarnya dia seperti bos mafia… Bersikap jujur, bisa dipercaya, konsisten. Dia telah gagal dalam semua itu,” peringatnya.

MEMBACA  10 Peluang Bisnis Pasca-Lebaran dengan Peminat Tinggi, Modal Kecil Untung Menggiurkan

4. Menghadapi Perlawanan Kuat dari Iran

Agresi kriminal AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara yang menewaskan pejabat dan komandan senior Iran, termasuk Pemimpin Republik Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Pasukan bersenjata Iran membalas dengan meluncurkan operasi rudal dan drone hampir setiap hari yang menyasar lokasi di wilayah pendudukan Israel serta pangkalan dan aset militer AS di seluruh kawasan tersebut.

Tinggalkan komentar