Minggu, 19 April 2026 – 14:30 WIB
Sorotan tajam datang dari legenda Manchester United, Nemanja Vidic, setelah insiden kontroversial yang menimpa bek muda Leny Yoro dalam duel panas melawan Leeds United.
Pertandingan bertajuk Roses Derby itu menyisakan cerita panas, bukan cuma soal hasil, tapi juga keputusan wasit yang sekarang dipertanyakan. Vidic, yang dikenal sebagai bek tangguh di eranya, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya melihat standar kepemimpinan pertandingan saat ini.
Insiden mulai dari duel udara antara Yoro dan Dominic Calvert-Lewin. Dalam momen itu, Calvert-Lewin terlihat melayangkan sikut keras yang mengenai wajah Yoro sampai berdarah. Tapi, alih-alih memberi kartu merah, wasit malah membiarkan permainan lanjut terus. Situasi itu bahkan berujung gol untuk Leeds.
Keputusan tersebut langsung memantik reaksi keras, termasuk dari Vidic.
"Sepak bola sudah jadi lembek. Di zaman saya, tarikan atau kontak fisik di kotak penalti adalah duel biasa. Tetapi kalau seorang pemain menyikut wajah lawan sampai berdarah dan wasit tetap membiarkannya, itu bukan lagi fisik, itu ketidakadilan," ujar Vidic seperti dikutip dari The Athletic.
Pernyataan itu bukan cuma nostalgia. Vidic menilai ada inkonsistensi dalam penerapan aturan, terutama di era VAR yang seharusnya bantu wasit ambil keputusan lebih akurat.
Sejumlah media internasional ikut soroti kemarahan mantan kapten Manchester United tersebut. Sky Sports nilai kritik Vidic juga sentil perbedaan mencolok antara era kepelatihan Sir Alex Ferguson dengan kondisi sekarang, khususnya dalam hal toleransi terhadap kontak fisik.
Cedera yang dialami Yoro berpotensi buat dia menepi selama beberapa pekan. Kondisi ini memperburuk situasi lini belakang Setan Merah yang sebelumnya sudah kehilangan Lisandro Martinez karena cedera.
ESPN FC bahkan sebut reaksi Vidic sebagai representasi kekecewaan fans Manchester United yang rasa tim mereka sering dirugikan oleh keputusan kontroversial dalam beberapa laga penting belakangan ini.
Situasi ini jelas jadi tantangan besar buat pelatih Erik ten Hag. Tanpa dua bek utama, United sekarang harus putar otak untuk jaga stabilitas pertahanan di tengah jadwal padat. Vidic pun tutup kritiknya dengan pernyataan yang cukup menohok terhadap sistem yang ada saat ini.
“Jika itu bukan kartu merah, maka saya tidak tau lagi apa gunanya VAR,” katanya dalam wawancara bersama TalkSPORT.
Halaman Selanjutnya