Gencatan Senjata 10 Hari Dimulai, Masyarakat Lebanon Rayakan | Berita Serangan Israel ke Lebanon

Tembakan sorak-sorai terdengar di Beirut seiring gencatan senjata berlaku, meski militer Lebanon laporkan pelanggaran.

Diterbitkan Pada 17 Apr 2026

Gencatan senjata sepuluh hari antara Israel dan Lebanon telah mulai berlaku, dengan tembakan perayaan terdengar di Beirut saat gencatan dimulai.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata pada Kamis dan mengonfirmasi bahwa Hezbollah yang didukung Iran juga termasuk dalam penghentian permusuhan.

Kisah-kisah Rekomendasi

Adegan sukacita terjadi di seluruh Lebanon, dengan rentetan tembakan menggema di Beirut saat penduduk menembak ke udara tepat setelah tengah malam sebagai bentuk perayaan.

Keluarga-keluarga yang mengungsi mulai bergerak menuju Lebanon selatan dan pinggiran kota selatan Beirut, meski ada peringatan dari pejabat agar tidak mencoba kembali ke rumah mereka sampai jelas apakah gencatan senjata akan bertahan.

Angkatan darat Lebanon mengatakan awal Jumat bahwa Israel melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata setelah itu berlaku, termasuk pemboman sporadis terhadap beberapa desa di Lebanon selatan. Militer Israel belum memberikan komentar terkait klaim tersebut.

Hezbollah merilis pernyataan panjang yang merinci apa yang mereka deskripsikan sebagai operasi militer melawan Israel sepanjang hari Kamis.

Kelompok itu mengatakan mereka melancarkan serangan terakhirnya pada pukul 23:50 waktu setempat (20:50 GMT), hanya 10 menit sebelum gencatan senjata berlaku.

Trump kemudian menerbitkan postingan media sosial yang mendesak Hezbollah untuk menghormati gencatan senjata tersebut.

“Saya harap Hezbollah bertindak baik dan sopan selama periode waktu penting ini. Ini akan menjadi momen HEBAT bagi mereka jika mereka melakukannya. Tidak ada lagi pembunuhan. Akhirnya harus ada PERDAMAIAN!” ujarnya di Truth Social.

Pertempuran telah berlangsung antara Israel dan Hezbollah sejak kelompok Lebanon yang beraliansi dengan Iran itu bergabung dalam konflik untuk mendukung Teheran pada 2 Maret.

MEMBACA  Everton Kalahkan Man Utd Meski Gueye Dapat Kartu Merah Usai Pukul Rekan Setim

Hal itu memicu serangan ofensif Israel di Lebanon, 15 bulan setelah konflik besar terakhir antara kedua negara bertetangga itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia menyetujui gencatan senjata “untuk memajukan” upaya perdamaian dengan Lebanon, tetapi bahwa pasukan Israel tidak akan menarik diri dari “zona keamanan” di dalam wilayah Lebanon.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyambut pengumuman tersebut, menggambarkan gencatan senjata sebagai “tuntutan utama Lebanon yang telah kami kejar sejak hari pertama perang” dan tujuan utama pertemuan Selasa antara pejabat Lebanon dan Israel di AS.

Trump juga mengundang para pemimpin Israel dan Lebanon ke Gedung Putih untuk apa yang katanya akan menjadi “perbincangan bermakna pertama” antara kedua negara sejak 1983.

Kementerian Luar Negeri Iran menyambut berita gencatan senjata dan mengatakan itu adalah bagian dari perjanjian yang lebih luas dengan AS untuk menghentikan sementara perang regional.

Qatar, Yordania, dan Bahrain juga mengeluarkan pernyataan yang menyambut penghentian permusuhan antara Israel dan Lebanon.

Tinggalkan komentar