Tempat Ibadah Jadi Lokasi Pelecehan, Tersingkap Tabir Kejahatan Syekh Ahmad Al Misry

Jumat, 17 April 2026 – 08:10 WIB

Jakarta, VIVA – Kasus diduga pelecehan seksual yang melibatkan nama Syekh Ahmad Al Misry membuat banyak orang marah. Meski disebut sudah terjadi sejak 2017 dan sempat ramai beberapa bulan lalu, informasi terbaru dari pihak korban membuka kembali tabir kasus yang selama ini belum sepenuhnya terungkap.

Perwakilan korban, Ustaz Abi Makki, mengungkap sejumlah fakta yang sangat mengejutkan dan juga memprihatinkan.

Ustaz Abi Makki menyebut bahwa Syekh Ahmad Al Misry sebenarnya pernah menjalani proses internal di lingkungan tertentu dan bahkan sempat meminta maaf di hadapan para guru.

Namun, langkah tersebut dianggap belum bisa menyelesaikan masalah dugaan pelecehan seksual ini dengan tuntas.

Ketika diminta penjelasan tentang bentuk dugaan pelecehan, Ustaz Abi Makki mengaku kesulitan menjelaskan secara detail karena materinya terlalu sensitif untuk disampaikan ke publik.

"Pelecehan yang tidak layak diungkap. Intinya sampai pelakunya itu, bahasa halusnya, klimaks lah," kata Ustaz Abi Makki, mengutip tayangan Youtube, Kamis 16 April 2026.

Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa lokasi kejadian tidak hanya di satu tempat, tetapi tersebar di beberapa titik. Fakta yang paling mengundang keprihatinan dan kemarahan publik adalah ada dugaan peristiwa itu terjadi di area tempat ibadah.

"Yang paling mengerikan itu di tempat ibadah," katanya.

Pengakuan ini langsung memicu reaksi keras dari publik. Banyak pihak menilai bahwa dugaan tindakan itu bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menyakiti nilai-nilai moral dan kepercayaan, apalagi karena melibatkan figur yang selama ini dianggap sebagai panutan.

Ustaz Abi Makki juga mengungkap bahwa korban diduga sempat mendapat tekanan psikologis melalui narasi agama yang dipakai untuk membenarkan tindakan tersebut.

MEMBACA  Tentang Pagar Laut di Tangerang, Kemenko Perekonomian Mempastikan Bukan Lokasi PSN

"(kata Syekh Ahmad Al Misry ke korban) ‘Rasulullah saja melakukan hal ini dengan Ali bin Abi Thalib’," ucap Ustaz Abi Makki.

"(Ucapan) Itu yang membuat kami tidak bisa menerimanya," tambahnya.

Tidak hanya itu, korban juga disebut pernah diajak menonton tayangan yang tidak pantas, dengan alasan yang dianggap tidak masuk akal dan menyimpang.

"Ada beberapa korban yang diajak menonton tayangan yang tidak baik. Setelah itu, ‘Kok nonton ini?’ Jawabannya, ‘Kalau Imam Syafi’i ada, dia juga pasti nonton ini’. Ini seram sekali, ini sama sekali tidak diterima. Seperti itu, sangat menakutkan," tutur Ustaz Abi Makki.

Tinggalkan komentar