Tekstil Indonesia Unggul di Pasar Domestik dan Internasional: Pemerintah

Jakarta (ANTARA) – Ekosistem tekstil Indonesia sangat komprehensif, sehingga membuatnya kompetitif baik di pasar domestik maupun internasional, menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso.

“Saya rasa ekosistem kita paling lengkap, dari bahan baku hingga pabrik, distribusi, desainer, dan UMKM—kita punya semuanya, dan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya di sini pada Kamis.

Di sela-sela penyelenggaraan Indo Intertex 2026 di Jakarta International Expo, Budi menyatakan bahwa ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 3,55 persen per tahun, dengan nilai ekspor mencapai US$12,08 miliar dan surplus US$3,45 miliar.

“Jadi, selain potensi domestik, ekspor juga cukup bagus. Kualitasnya cukup baik. Jika kualitasnya bagus dan kompetitif, kita bisa mengendalikan impor,” catatnya.

Dengan daya saing yang tinggi, produk tekstil Indonesia diharapkan dapat memenuhi permintaan dalam negeri dan bersaing di pasar global.

Prospek tekstil Indonesia juga didukung oleh perjanjian dagang internasional, seperti dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa, tambah Budi.

Awal bulan ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia dengan AS mencapai US$3,53 miliar selama Januari-Februari 2026, lebih tinggi dari US$2,63 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

AS juga menyumbangkan surplus terbesar bagi Indonesia, yaitu US$43,53 miliar, dengan produk ekspor utama berupa elektronik, tekstil, dan alas kaki.

“Surplus terbesar Indonesia adalah dengan AS. Itulah sebabnya kami mengejar pasar Amerika, yang juga alasan kami membuat ART (Agreement on Reciprocal Trade) karena pangsa pasar kita mencapai 11 persen dari total ekspor global kita. Jadi harus dipertahankan,” jelas Budi.

Dengan ekosistem yang komprehensif, produsen tekstil Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan produsen asing, terutamanya di tengah dampak gejolak geopolitik saat ini.

MEMBACA  Tips Eyeliner Simetris untuk Pemula, Tanpa Ribet dan Tampil Rapi

Berita terkait: CEPA dengan Peru bisa pacu industri fashion: Santoso

Berita terkait: Tekstil Indonesia catat transaksi US$20 juta di Paris

Berita terkait: Zanzibar incar tekstil dan beras Indonesia

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira, Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar