Denpasar, Bali (ANTARA) – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Indonesia di Bali mengevakuasi seorang awak kapal berkebangsaan Filipina yang mengalami keadaan darurat medis di atas sebuah kapal kargo dekat Pelabuhan Benoa, kata pejabat pada Kamis.
Awak kapal tersebut, yang diidentifikasi sebagai Tagayom Lorben Tubigon (37 tahun), bertugas di kapal kargo berbendera Kepulauan Marshall, M/V Athanasia C, ujar Kepala Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya.
Sidakarya mengatakan evakuasi dilakukan setelah mendapat laporan tentang kondisi kesehatannya yang memburuk saat kapal berada di perairan dekat Pelabuhan Benoa.
Kejadian ini pertama kali dilaporkan pada pukul 17.30 waktu setempat hari Rabu oleh perwakilan agen kapal, Zumar dari PT Trans Cakrawala, katanya.
Keadaan darurat medis diduga terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari pada hari yang sama, meskipun awak kapal tersebut dilaporkan sudah sakit sejak Minggu, 12 April.
Kondisinya semakin parah, dengan gejala kejang-kejang, kaku, tremor, mulut berbusa, dan hilangnya kontrol berkemih, yang menyebabkan laporan daruratnya tertunda.
Setelah mendapat peringatan, Basarnas Bali segera mengirimkan tim penyelamat ke lokasi, kata Sidakarya.
Pada pukul 18.30, empat petugas penyelamat tiba di Pelabuhan Benoa dan kemudian bergabung dengan empat personel tambahan sebelum berangkat menggunakan rigid inflatable boat menuju titik penyergapan.
Pada pukul 20.00, tim SAR berhasil mencapai kapal kargo dan melakukan evakuasi menggunakan derek dan jaring untuk memindahkan pasien ke kapal penyelamat.
Evakuasi selesai pada pukul 20.15 tanpa hambatan, kata pihak berwenang.
Awak kapal tersebut kemudian dibawa ke Pelabuhan Benoa untuk perawatan medis lebih lanjut.
Setelah tiba di darat, ia diserahkan kepada agen kapal dan dibawa dengan ambulans dari pos Kantor Kesehatan Karantina Denpasar di Pelabuhan Benoa menuju Rumah Sakit Siloam.
Sidakarya menyebutkan operasi ini melibatkan kerjasama dari berbagai instansi, termasuk satuan polair Polda Bali, tenaga medis RS Siloam, dan agen kapal.
Unit pendukung lainnya termasuk TNI AL, vessel traffic service Benoa, otoritas pelabuhan, kantor bea cukai, kantor imigrasi, dan badan karantina kesehatan.
Berita terkait: Indonesia akan deportasi 26 awak kapal dari dua kapal penangkan ikan Filipina
Berita terkait: Imigrasi luncurkan satgas patroli untuk pantau warga asing di Bali
Penerjemah: Ni Putu PM, Rahmad Nasution
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026