Nabire, Papua Tengah (ANTARA) – Polda Papua Tengah menyatakan personel keamanan tambahan yang diterjunkan ke Dogiyai akan dievaluasi setiap minggu untuk memastikan stabilisasi pascakonflik yang efektif setelah kericuhan yang dipicu oleh tewasnya seorang anggota polisi.
Wakil Kepala Polda Papua Tengah Kombes Gustav R. Urbinas mengatakan pada Rabu bahwa evaluasi akan dilakukan selama bulan pertama untuk menentukan strategi keamanan kedepannya di kabupaten tersebut.
“Kami berharap personel tambahan di Dogiyai dapat membantu menjamin keamanan kedepannya. Ini akan dinilai melalui bulan pertama,” kata Urbinas.
Dia menekankan penguatan ini tidak boleh bersifat sementara tetapi harus mampu menjaga stabilitas jangka panjang untuk mencegah gangguan baru.
“Kami tidak ingin situasi di mana personel ditarik setelah kondisi membaik, hanya untuk gangguan keamanan muncul kembali,” ujarnya.
Urbinas menambahkan bahwa polisi terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung upaya menjaga ketertiban dan keamanan publik.
Otoritas juga menyiapkan strategi keamanan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai faktor untuk memperkuat stabilitas jangka panjang di Dogiyai.
Untuk memperkuat keamanan, Markas Besar Polri telah mengerahkan 148 personel ke Polda Papua Tengah, termasuk 100 anggota Brimob, 10 penyidik intelijen, 20 penyidik kriminal, 14 anggota Propam, dan empat inspektur.
Penguatan ini menyusul serangkaian bentrokan setelah seorang anggota polisi Dogiyai berusia 24 tahun, berinisial JE, tewas di Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, pada 31 Maret 2026.
Insiden itu memicu konfrontasi antara warga dan polisi, mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengakibatkan pemblokiran jalan di beberapa area.
Polda Papua Tengah, bersama polres Dogiyai, memperkuat pengamanan dengan sistem penempatan kawasan yang melibatkan kabupaten tetangga Paniai dan Deiyai, sambil mengintensifkan patroli di sepanjang rute Trans-Dogiyai menuju Enarotali.
Akibatnya, semua blokade jalan berhasil dibongkar pada 3 April, meski ada perlawanan dari beberapa kelompok masyarakat selama operasi.
Pada 4 April, rute transportasi dinyatakan aman, memungkinkan distribusi logistik dan suplai bahan bakar kembali normal.
Polisi menyatakan penyelidikan terhadap berbagai laporan terkait insiden masih berlanjut, karena otoritas berupaya memastikan akuntabilitas dan mencegah eskalsi lebih lanjut.
Berita terkait: Polisi Papua sebut tidak ada korban sipil terverifikasi di Dogiyai
Berita terkait: Pasukan Indonesia sita senjata usai bentrok di Papua Tengah
Penerjemah: Ali NI, Rahmad Nasution
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026