Israel Lantik Duta Besar Pertama untuk Somaliland

Subjudul Artikel: Langkah ini terjadi berbulan-bulan setelah Israel menjadi negara pertama yang mengakui wilayah tersebut, sebuah langkah yang dikutuk secara luas.

Diterbitkan Pada 15 Apr 2026

Israel telah menunjuk duta besarnya yang pertama untuk Somaliland, berbulan-bulan setelah secara resmi mengakui wilayah pecahan dari Somalia tersebut.

Pengangkatan Michael Lotem, yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Israel untuk Kenya, dilaporkan oleh penyiar publik Israel pada hari Rabu.

Rekomendasi Cerita

Ini merupakan langkah terbaru dalam kemitraan yang bergerak cepat sejak Desember lalu, ketika Israel menjadi negara pertama di dunia yang mengakui Somaliland, mengakhiri isolasi diplomatik selama lebih dari 30 tahun.

Pada hari Selasa, Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, dalam sidang paripurna parlemen menyatakan bahwa Israel telah membuktikan diri sebagai "mitra yang terpercaya," yang disambut oleh anggota parlemen dengan tepuk tangan berdiri.

Namun, Kementerian Luar Negeri Somalia merilis pernyataan yang mengutuk keputusan Israel untuk menunjuk seorang duta besar, menyebutnya sebagai "pelanggaran langsung" terhadap kedaulatan dan persatuan negara itu.

Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991 setelah perang saudara yang dahsyat, tetapi Somalia tidak pernah mengakuinya.

Pengakuan Israel terhadap Somaliland telah menuai kutukan luas dari Dewan Keamanan PBB, Uni Afrika, Organisasi Kerja Sama Islam, dan Uni Eropa.

Sejak pengumuman Israel pada bulan Desember, kedua belah pihak telah bergerak cepat untuk mengembangkan hubungan.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengunjungi ibu kota Somaliland, Hargeisa, pada bulan Januari, dan Somaliland kemudian mengirim delegasi dari kementerian airnya ke Israel untuk pelatihan manajemen air.

Presiden Somaliland mengatakan kepada kantor berita Reuters pada bulan Februari bahwa ia memperkirakan perjanjian dagang dengan Israel akan segera menyusul.

MEMBACA  Kenali Penghormatan Terakhir untuk Raila Odinga, Tokoh Oposisi Kenya | Berita Politik

Israel juga telah memberikan persetujuan diplomatik kepada Mohamed Hagi, seorang penasihat presiden yang berperan sentral dalam merundingkan pengakuan tersebut, sebagai duta besar pertama Somaliland untuk Israel.

Pejabat Somalia telah geram dengan hubungan yang semakin erat ini, dengan presiden negara itu awal tahun ini menyebutnya sebagai "serangan paling berat" terhadap kedaulatan negara dan menuduh Israel berusaha mendirikan pangkalan militer untuk melancarkan serangan terhadap Yaman.

Somaliland terletak di seberang Teluk Aden dari Yaman, di mana gerakan Houthi yang didukung Iran menguasai bagian barat laut negara itu. Kelompok ini bermusuhan dengan Israel dan mulai menembakkan misil ke negara itu pada akhir Maret sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap Iran.

Kaum Houthi telah menyatakan bahwa mereka akan menganggap kehadiran Israel di Somaliland sebagai target yang sah.

Pada bulan Maret, Menteri Kepresidenan Somaliland, Khadar Hussein Abdi, mengatakan kepada Bloomberg bahwa mereka akan membangun "hubungan strategis" dengan Israel yang mencakup kerja sama keamanan.

Abdi menolak menutup kemungkinan adanya pangkalan militer Israel di negaranya dan mengatakan bahwa hal itu "akan dianalisis pada suatu saat nanti."

Ali Omar, Menteri Negara Luar Negeri Somalia, memberitahu Al Jazeera bahwa negaranya tidak ingin melihat wilayahnya "terjerumus ke dalam konfrontasi eksternal atau digunakan dengan cara yang dapat semakin mendestabilisasi kawasan yang sudah sensitif."

Tinggalkan komentar