Suami Ingin Habiskan Ratusan Juta untuk Renovasi, Saya Pilih DIY. Bagaimana Menghemat Uang dan Harmoni Rumah Tangga?

Beberapa pasangan bertengkar soal uang karena keuangan mereka terbatas. Pasangan lain bertengkar meski kondisi keuangannya aman. Kalau satu orang hemat dan yang lain suka boros, hampir pasti akan ada perdebatan seru tentang keuangan bersama.

Contohnya Ashley dan suaminya Matthew, yang berusia pertengahan 30-an. Tagihan mereka selalu dibayar tepat waktu dan mereka tidak punya utang besar. Mereka punya dana darurat yang cukup dan rutin menyisihkan uang untuk tabungan pensiun dan investasi.

Tapi, ada ketegangan di antara mereka. Matthew penghasilannya tiga kali lebih besar dari Ashley, yang baru saja mengurangi jam kerja untuk mengurus dua anak mereka.

Tahun lalu, mereka pindah ke rumah baru yang perlu perbaikan. Matthew ingin bayar kontraktor untuk memperbaikinya, dan mereka punya uangnya. Tapi Ashley lebih suka perbaiki sendiri, seperti mengecat dan pasang lantai baru. Uang yang dihemat bisa ditabung untuk biaya sekolah anak.

Ashley, yang suka cari barang diskon, merasa mereka harus lebih hemat agar bisa investasi lebih banyak, nabung untuk tujuan masa depan, dan mungkin pensiun lebih cepat. Tapi sering bertengkar soal uang dengan suaminya membuat hubungan mereka tegang — dan Ashley khawatir pernikahannya dalam bahaya.

Perbedaan pendapat soal uang bisa merusak hubungan. Meski kecocokan finansial penting bagi hampir semua (98%) orang Amerika dalam survei LendingTree 2025, bagi sebagian orang ini adalah masalah serius. Hampir satu dari empat (23%) responden bilang mereka putus karena ketidakcocokan finansial, dan 34% lainnya mengaku akan pertimbangkan hal yang sama.

Tapi survei itu juga menemukan bahwa orang yang berada dalam hubungan yang tidak cocok secara finansial cenderung menyalahkan pasangannya. Alasan mulai dari boros (38%), salah mengelola uang (34%), sampai tidak cukup menabung (30%). Hampir satu dari lima (18%) bilang punya tujuan finansial jangka panjang berbeda. Hanya 13% yang menyalahkan utang pasangan.

MEMBACA  Goop yang didirikan oleh Gwyneth Paltrow diserang dengan gugatan merek dagang atas produk kesehatan seksualnya

Jadi, baik keuangan rumah tangga sulit atau baik-baik saja, masalahnya bukan soal jumlah uangnya. Tapi soal cara pikir yang berbeda tentang uang.

Ada orang yang hemat; ada yang boros. Cara pikir ini dipengaruhi banyak hal, seperti cara didikan, latar belakang budaya, dan pengalaman finansial masa lalu. Apakah kamu lihat uang sebagai sesuatu yang langka atau berlimpah bisa pengaruhi cara kamu belanja, nabung, dan investasi.

Cara pikir uang yang beda bisa bikin orang punya kebiasaan beda, seperti belanja impulsif, punya utang banyak, atau sembunyikan rekening bank dari pasangan.

Meski pasangan tidak perlu bahas setiap transaksi, satu survei Bankrate menemukan hampir satu dari 10 orang Amerika dalam hubungan serius menyimpan rahasia finansial dari pasangan, seperti utang besar, pengeluaran, atau bahkan pendapatan.

“Memikirkan cara uang dikelola di rumah saat kamu kecil akan bantu kamu pahami dasar dari keyakinanmu soal uang,” tulis ahli finansial Rachel Cruze. Dan, kalau kamu dalam hubungan, “Ini juga bisa bantu cari akar masalah stres dan pertengkaran soal uang.”

Misal, Ashley dibesarkan di keluarga yang keuangannya pas-pasan. Ayahnya kerja musiman, kadang menganggur, jadi setiap uang sangat berharga. Orang tuanya sering bertengkar soal uang, dan Ashley harus andalkan beasiswa dan pinjaman untuk biaya kuliah.

Karena itu, Ashley rasa menghabiskan uang untuk pengalaman, kenyamanan, dan barang mewah itu tidak bertanggung jawab. Matthew, di sisi lain, adalah orang yang boros dan merasa tidak perlu izin untuk belanjakan uang hasil kerjanya.

Perbedaan cara pikir soal uang sudah sulit di waktu biasa — apalagi saat ekonomi tidak pasti, ketika tekanan seperti utang yang membesar atau ketidakstabilan kerja bisa perparah pertengkaran itu.

MEMBACA  Reps. Ronny Jackson, Wesley Hunt diselidiki atas uang kampanye untuk iuran klub

Read More: How to apply Dave Ramsey’s 7 Baby Steps to your own life

Cara pikir soal uang yang beda bukan berarti pernikahanmu gagal. Daripada konfrontasi pasangan, coba buat janji rutin bahas uang — obrolan santai untuk bahas anggaran dan tujuan finansial jangka pendek dan panjang, sambil pertimbangkan prioritas masing-masing.

Dan kalau kamu yang hemat dalam hubungan, jangan dominasi pembicaraan; ini harus jadi diskusi dua arah yang bikin kalian kerja sama.

Membahas cara pikir masing-masing juga bisa membantu. Contoh, Ashley selalu malu cerita ke Matthew tentang kesulitan finansial orang tuanya. Tapi menjelaskan kenapa dia cemas soal uang bisa bikin Matthew lebih mengerti (daripada kesal).

Ini juga bisa bantu Ashley pahami Matthew. Dia kerja lama dan selalu merasa kurang waktu. Pekerjaannya juga melelahkan secara mental, jadi saat akhir pekan, dia lebih suka bayar orang lain untuk mengecat rumah, pasang lantai, dan renovasi dapur — dan mereka mampu bayarnya.

Dengan saling pahami sudut pandang, Ashley mungkin mau bayar kontraktor untuk pekerjaan besar, tapi Matthew — yang paham kecemasan Ashley — mungkin mau kasih Ashley wewenang untuk pilih kontraktor dengan harga terbaik. Mereka bisa kerjakan tugas yang lebih mudah sendiri.

Beberapa pasangan gabungkan semua keuangan, beberapa pisah rekening atau pakai cara campuran. Tidak ada cara yang salah atau benar, tapi kalau pisah rekening, penting punya strategi untuk biaya bersama — seperti bagi pengeluaran sesuai tingkat penghasilan.

Untuk pasangan yang tidak bisa menemukan titik temu, mungkin perlu ajak pihak ketiga yang netral. Konseling finansial bisa bantu pasangan pahami perbedaan cara pikir dan buat strategi praktis untuk kelola keuangan ke depannya.

MEMBACA  Ahli Strategi Mengatakan Penilaian China Terlalu Rendah — Ini Alasannya

Aja Evans, presiden Financial Therapy Association, bilang ke American Counseling Association bahwa banyak kliennya merasa malu dan bersalah atas kesalahan finansial masa lalu.

Di sinilah konseling finansial bisa bantu — dan “Tidak masalah sebanyak apa uang yang kamu punya,” kata Evans. “Orang bisa merasa seperti ini meski punya uang berlebih.”

Join 250,000+ readers and get Moneywise’s best stories and exclusive interviews first — clear insights curated and delivered weekly. Subscribe now.

We rely only on vetted sources and credible third-party reporting. For details, see our ethics and guidelines.

LendingTree (1) ; Bankrate (2) ; Ramsey Solutions (3) ; American Counseling Association (4)

This article originally appeared on Moneywise.com under the title: My husband wants to spend thousands on home renos, while I prefer to DIY. How can we save money and our relationship?

Artikel ini hanya memberikan informasi dan bukan saran. Diberikan tanpa jaminan apapun.

Tinggalkan komentar