Saham Asia Turun Ancaman Blokade Laut Picu Gejolak Baru di Pasar Keuangan
Diterbitkan Pada 13 Apr 2026
Harga minyak melonjak tajam usai pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai blokade laut terhadap Iran.
Brent crude, patokan internasional, naik lebih dari 8 persen pada Minggu (13/4) menjadi di atas $103 per barel. Ini pertama kalinya patokan itu menembus ambang batas psikologis penting $100 sejak Selasa lalu, ketika harga pernah melampaui $111 per barel.
Trump mengumumkan pada Minggu bahwa Angkatan Laut AS akan menghalangi semua kapal masuk atau keluar dari Selat Hormuz, menyusul runtuhnya pembicaraan gencatan senjata antara pejabat AS dan Iran sepanjang akhir pekan.
Dalam pernyataan lanjutan, Komando Pusat AS menyatakan hanya akan menghalangi kapal yang berlayar dari dan menuju Iran, sementara lalu lintas lainnya tidak akan dihambat. Ini tampak sebagai pelunakan dari ancaman Trump untuk memberlakukan blokade penuh.
Komando tersebut menyatakan blokade akan berlaku efektif pada Senin pukul 10.00 waktu Timur (14.00 GMT).
Harga minyak bagai rollercoaster sejak serangan AS-Israel terhadap Iran mendorong Teheran memberlakukan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur untuk sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam global.
Setelah menyentuh level $119 bulan lalu, Brent sempat jatuh di bawah $92 per barel pekan lalu usai AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata dua minggu setelah lebih dari enam pekan perang.
Meski Iran mengizinkan sejumlah terbatas kapal melintasi jalur air itu dengan syarat pemeriksaan dan otorisasi sebelumnya, lalu lintas telah menyusut drastis dibandingkan level masa damai.
Meskipun gencatan senjata rapuh Washington dan Teheran secara resmi masih berlaku hingga 22 April, hanya 17 kapal yang menyeberangi selat itu pada Sabtu (12/4), menurut firma intelijen maritim Windward. Angka ini turun dari sekitar 130 transit harian sebelum perang.
Pasar saham utama di Asia dibuka lebih rendah pada Senin (14/4) seiring ancaman blokade Trump memicu ketidakpastian di lantai bursa.
Indeks patokan Nikkei 225 Jepang turun 0,9 persen dalam perdagangan pagi, sementara KOSPI Korea Selatan anjlok lebih dari 1 persen.
Futures saham AS, yang diperdagangkan di luar jam pasar reguler, juga melemah, dengan kontrak berpatokan pada indeks patokan S&P 500 turun sekitar 0,8 persen.
Rekomendasi Cerita