loading…
Banyak perang yang telah dialami umat Muslim sebagai bentuk jihad telah melahirkan sejumlah nama panglima perang yang terkenal. Nama-nama mereka tercatat dalam sejarah sebagai panglima Islam yang paling tangguh. Foto ilustrasi/ist
Sejarah mencatat, panglima perang Islam dikenal sebagai yang paling tangguh karena memiliki pencapaian yang luar biasa. Bahkan, beberapa dari mereka terkenal karena belum pernah kalah dalam pertempuran. Para panglima perang ini juga dikenal dengan sebutan ‘Singa-singa Allah’. Siapa sajakah mereka?
Dalam konflik perang seperti yang terjadi sekarang, tokoh-tokoh populer selalu muncul. Terutama orang-orang yang dinilai sangat patriotis dan tangguh di medan perang. Begitu juga dalam sejarah peperangan Islam di masa lalu. Banyaknya peperangan yang dilalui umat Muslim sebagai bagian dari jihad ini melahirkan sejumlah nama panglima perang yang terkenal. Nama mereka terukir dalam sejarah sebagai panglima Islam yang paling tangguh.
7 Panglima Perang Islam Terbaik dalam Sejarah
1. Khalid bin Walid
Sebelum menjadi sahabat Nabi Muhammad SAW, nama Khalid bin Walid sudah sangat ditakuti di medan perang. Setelah masuk Islam, dia dijuluki sebagai “Pedang Allah yang Terhunus” oleh Rasulullah.
Khalid ibn al-Walid ibn al-Mughira al-Makhzumi sering dikirim ke daerah-daerah yang sulit ditaklukkan seperti Syria, Byzantium, dan Palestina. Bahkan, dia juga pernah memimpin umat Islam untuk menaklukkan Kekaisaran Romawi.
2. Sa’ad bin Abi Waqqas
Sa’ad bin Abi Waqqas adalah sosok panglima legendaris yang memimpin kaum Muslimin melawan Persia Majusi dalam Perang Qadisiyah. Saat itu, pasukan Islam yang berjumlah 30 ribu pasukan harus melawan kurang lebih 100 ribu pasukan.
Baca juga: Kisah Bani Israil dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Namun atas izin Allah SWT, pasukan Sa’ad bin Abi Waqqas berhasil meraih kemenangan. Hal ini menjadikannya panglima Islam yang berhasil merebut Kekaisaran Sassanid di Iran.
3. Thariq Bin Zayyad
Thariq Bin Zayyad menjadi sangat populer setelah berhasil mengalahkan pasukan Kekaisaran Romawi di Gibraltar, Spanyol. Saat itu, Tariq bin Zayyad hanya memimpin 17.300 prajurit Muslim melawan 100.000 tentara Raja Roderick dari Spanyol. Dari kemenangan ini, dia berhasil membunuh sang raja Spanyol.
4. Muhammad Al-Fatih
Selanjutnya ada Muhammad Al-Fatih, sang panglima yang menaklukkan Konstantinopel ketika masih berusia 21 tahun. Meskipun masih sangat muda, dia dikenal akan kecerdasannya dalam menyusun strategi jitu untuk memenangkan peperangan. Berkat prestasinya ini, dia dijuluki sebagai “Sang Penakluk”.
5. Salahuddin Ayyubi
Salahuddin Ayyubi dikenal sebagai panglima yang menyatukan negara-negara Islam yang terpecah belah untuk melawan Pasukan Salib yang menguasai Yerusalem. Dari persatuan umat Muslim di Timur Tengah ini, Salahuddin kemudian mendirikan Dinasti Ayyubiyah yang mencakup wilayah Mesir, Suriah, Mesopotamia, dan Yaman.
Ketika Yerusalem telah jatuh ke tangan pasukan salib, Salahuddin Ayyubi menjadi pahlawan Islam dan berhasil merebut kembali kota suci tersebut setelah berbagai upaya. Beberapa raja Kristen seperti Baldwin IV dan Richard bahkan mengagumi kemurahan hati serta sikap bijaksana Salahuddin Ayyubi.
6. Mahmud Ghaznavi
Nama lengkapnya adalah Yamin ad-Dawlah Abul-Qasim Mahmud ibn Sebuktegin. Dia memiliki peran besar dalam melawan pasukan Hindu Rajas, Maharajas, Jaipal, Tarnochalpal, Annadpal, dan Kramta.
Dari 17 kali perang, dia berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Bahkan pasukan gabungan tidak dapat menghentikannya untuk menang dalam pertempuran. Strategi perangnya dikenal sangat efektif untuk melumpuhkan musuh.
7. Abu Ubaidah bin Al-Jarrah
Abu Ubaidah termasuk dalam kelompok sahabat Nabi Muhammad SAW yang masuk Islam. Dia memeluk Islam atas ajakan Abu Bakar Ash-Shiddiq, tepat satu hari setelah Abu Bakar masuk Islam.
Dalam Perang Badar, dia mengalami ujian terberat sebagai seorang Muslim karena harus menghadapi dan membunuh ayahnya sendiri. Dari situlah Abu Ubaidah mendapat gelar sebagai “Orang Kuat yang Terpercaya” dari Nabi Muhammad SAW.
Baca juga; Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
(wid)