Hasil Inovasi FAME dan Pemanfaatan Eceng Gondok oleh Pertamina Patra Niaga di Surabaya

Minggu, 12 April 2026 – 17:31 WIB

Jakarta, VIVA – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) melalui unit Integrated Terminal (IT) Surabaya berhasil mendapatkan predikat PROPER Emas dalam pengelolaan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada acara Anugerah Lingkungan PROPER 2025.

Pencapaian ini didukung oleh pelaksanaan dua program andalan, yaitu Eco Inovasi Penerimaan FAME lewat jalur pipa dan program pemberdayaan masyarakat Lentera Pagesangan yang memprioritaskan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menyatakan bahwa pencapaian ini adalah bagian dari konsistensi perusahaan dalam menghadirkan inovasi sosial dan lingkungan di berbagai wilayah operasinya.

“Capaian PROPER Emas ini membuktikan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan prinsip ESG secara konsisten. Program di IT Surabaya adalah salah satu dari tujuh unit Pertamina Patra Niaga yang sukses meraih PROPER Emas melalui inovasi sosial dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” kata Roberth, dikutip dari pernyataannya, Minggu, 12 April 2026.

Dia menambahkan bahwa kesuksesan ini menunjukan sinergi antara inovasi operasional dan pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

Program Eco Inovasi Penerimaan FAME membawa perubahan signifikan dalam proses operasional, dari sistem penerimaan pakai truk tangki menjadi penerimaan langsung dari kapal melalui pipa.

Perubahan ini meningkatkan efisiensi dan keselamatan operasional sambil memperkuat upaya pengurangan dampak lingkungan. Pelaksanaan program ini berhasil menurunkan potensi pemanasan global hingga 45,6 persen.

Sementara itu, program Lentera Pagesangan berawal dari Gerakan Balik Kanan yang mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap limbah dan sungai, dari sumber masalah menjadi sumber daya yang berharga. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

MEMBACA  Direktur Bank Terbesar di Asia Tenggara Sadar Bahkan Posisinya Terancam oleh AI

Masyarakat dilibatkan dalam pengelolaan limbah cair rumah tangga melalui IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan IPAS (Instalasi Pengolahan Air Sungai) dengan memanfaatkan filter eceng gondok.

Dari pelaksanaannya, program Lentera Pagesangan memberikan berbagai dampak nyata, termasuk penghematan air sebesar 345,21 m³ per tahun, pemanfaatan 83 kg sampah organik, serta efisiensi biaya penurunan pencemaran air sebesar Rp 911.418 per tahun. Program ini juga melibatkan sekitar 1.141 penerima manfaat, baik langsung maupun tidak langsung.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat sebagai penggerak utama perubahan.

Tinggalkan komentar