Warga Hungaria Memberikan Suara dalam Pemilu Tersengit bagi PM Orban Bertahun-Tahun Terakhir

Pemilu parlemen ini berpotensi mengakhiri cengkeraman kekuasaan Perdana Menteri Viktor Orban yang telah berlangsung selama 16 tahun.

Diterbitkan Pada 12 Apr 202612 Apr 2026

Pemungutan suara dalam pemilu parlemen Hungaria telah dibuka, dengan perdana menteri petahana Viktor Orban menghadapi tantangan elektoral terberatnya setelah 16 tahun berkuasa.

Pemilihan untuk parlemen yang terdiri dari 199 kursi ini dimulai pukul 06.00 waktu setempat (0400 GMT) dan dijadwalkan berakhir pukul 19.00 (0500 GMT).

Rekomendasi Cerita

list of 3 items
end of list

Jajak pendapat dalam dua pekan terakhir menunjukkan partai Fidesz pimpinan Orban tertinggal 7-9 poin persentase dari partai oposisi kanan-tengah anyar Tisza pimpinan Peter Magyar, dengan dukungan untuk Tisza sekitar 38-41 persen.

Orban, seorang nasionalis euroskeptik, telah menggambarkan pemilu ini sebagai pilihan antara “perang dan perdamaian”. Selama kampanye, pemerintah membanjiri negara dengan spanduk-spanduk yang memperingatkan bahwa pemimpin Tisza, Magyar, akan menyeret Hungaria ke dalam perang Rusia dengan Ukraina—sebuah tuduhan yang sangaat ia bantah.

“Saya menantikan pemilihan hari Minggu dengan harapan terbaik,” kata Orban kepada pendukungnya di kota kelahirannya, Szekesfehervar.

“Jika kita mengenal diri kita sendiri dengan baik, jika kita mengenal negara kita dengan baik, dan jika kita mengenal bangsa kita dengan baik, maka saya harus mengatakan rakyat Hungaria akan memilih keamanan pada hari Minggu,” tambahnya.

Namun, banyak warga Hungaria yang kian jenuh dengan Orban yang berusia 62 tahun itu, setelah tiga tahun stagnasi ekonomi dan melonjaknya biaya hidup, ditambah laporan-laporan tentang oligark yang dekat dengan pemerintah yang mengakumulasi kekayaan lebih besar.

“Saya sangat bersemangat tetapi juga sangat takut,” kata Kriszta Tokes, seorang penjual kartu pos dan pernak-pernik berusia 24 tahun di Budapest, kepada kantor berita Reuters.

MEMBACA  Hamas Konfirmasi Komandan Senior Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

“Saya tahu masa depan saya tergantung pada ini,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia berencana meninggalkan Hungaria jika Orban menang.

Tinggalkan komentar