Segalanya Berguncang, Layaknya Adegan Film

loading…

Prajurit AS ceritakan serangan Iran yang bunuh 6 tentara Amerika di Kuwait seperti adegan di film. Foto/via Palestine Chronicle

KUWAIT CITY – Pada 1 Maret, serangan drone Iran di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait, menewaskan enam anggota Cadangan Angkatan Darat Amerika Serikat dan melukai lebih dari 20 orang lain. Ini merupakan pertama kalinya AS kehilangan prajurit dalam konflik ini.

Menteri Perang AS Pete Hegseth menyebutkan bahwa sebuah drone “penyemprot” Iran berhasil melewati pertahanan udara. Dia bilang pusat operasi yang kena serang itu sebenarnya “dibentengi”.

Baca Juga: Trump Peringatkan China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Kirim Senjata ke Iran

Tapi, dalam pernyataan publik pertama mereka, tentara dari Komando Dukungan ke-103 Angkatan Darat AS berkata bahwa kejadian mengerikan itu adalah serangan langsung ke fasilitas yang perlindungannya lemah, beda dengan komentar Hegseth.

“Mengatakan bahwa ‘hanya satu drone yang berhasil masuk’ itu tidak benar,” kata seorang prajurit AS yang terluka kepada CBS News, Sabtu (11/4/2026).

“Saya ingin publik tau bahwa unit kami…tidak siap untuk mempertahankan diri sama sekali. Itu bukan posisi yang dibentengi,” ucapnya.

Seorang tentara lain menyebut unit mereka dipindahkan lebih dekat ke zona ancaman. Unit logistik Angkatan Darat itu dipindah ke pangkalan yang masih dalam jangkauan drone dan rudal Iran.

Saat Drone Menghantam Fasilitas

Pasukan AS sudah bersembunyi di pagi hari setelah dapat peringatan serangan rudal, tapi sinyal aman justru dikeluarkan sesaat sebelum serangan terjadi. 30 menit setelah sinyal itu, drone Iran menghantam kompleks dan menyebabkan kerusakan yang parah.

MEMBACA  Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Capai 75,90 pada 2025

Tinggalkan komentar