Siapakah Mohammad Bagher Ghalibaf? Pemimpin Negosiator Iran dengan Latar Belakang Pilot IRGC

loading…

Mohammad Bagher Ghalibaf merupakan ketua parlemen Iran yang ditunjuk jadi kepala negosiator untuk berunding sama AS. Foto/X/QudsNen

TEHERAN – Negosiator utama Iran di Islamabad adalah Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, 64 tahun. Dia mantan walikota Teheran dan pernah jadi komandan Garda Revolusi waktu muda.

Siapa Mohammad Bagher Ghalibaf? Pemimpin Negosiator Iran yang Pernah Jadi Pilot IRGC

1. Mendukung Dialog dengan Barat

Jauh sebelum jadi ketua parlemen, Mohammad Bagher Qalibaf udah punya pendekatan persuasif hampir dua dekade. Dia menggambarkan dirinya sebagai garis keras yang bisa diajak kerja sama oleh Barat.

“Saya mau Barat ubah sikapnya ke Iran dan percaya sama Iran. Percayalah, ada sikap di Iran untuk majukan isu-isu lewat dialog,” katanya ke koran The Times di London tahun 2008.

Pertanyaan juga masih ada soal kekuatan apa yang Qalibaf punya di teokrasi Iran, yang kacau setelah serangan udara Israel tanggal 28 Februari yang tewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (86 tahun).

Putra Khamenei, Mojtaba, yang sekarang jadi pemimpin tertinggi Iran yang baru, udah dukung Qalibaf lewat kampanye presidennya yang berkali-kali gagal. Tapi, beberapa pusat kekuasaan dalam teokrasi Iran sekarang kemungkinan besar lagi bersaing untuk kendalikan Republik Islam. Ketidakpastian juga tetap ada soal status Mojtaba Khamenei karena dia belum terlihat setelah dilaporkan terluka.

Ghalibaf dikaitkan dengan penindakan terhadap pengunjuk rasa yang menyerukan perubahan pemerintahan Iran. Dia juga pernah menghadapi tuduhan korupsi selama masa jabatannya.

Trump mungkin cari versi Iran dari Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, yang ambil alih setelah militer AS tangkap pemimpin Venezuela waktu itu, Nicolás Maduro, bulan Januari.

“Banyak orang Iran benci Ghalibaf; tapi para diplomat lihat dia sebagai sosok pragmatis,” tulis analis Michael Rubin, yang pake transliterasi beda untuk nama belakang politisi itu.

MEMBACA  Permusuhan dengan Rusia, Penderitaan Uni Eropa Kian Mendalam

“Para diplomat itu campur aduk pragmatisme sama oportunisme. Ghalibaf itu orang yang bisa bertahan. Dia lihat Trump sebagai orang yang bisa bantu dia capai apa yang ditolak sama almarhum Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei: jabatan presiden atau peran kepemimpinan sementara yang setara.”

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, yang dipercaya dekat sama Garda Revolusi, minggu lalu bilang laporan di media Barat itu seperti “bom politik” yang mau buat pemimpin negara jadi kacau.

“Qalibaf diperkenalkan sebagai pihak yang bernegosiasi untuk tampilkan citra Iran yang kontradiktif dan tidak bersatu,” kata Tasnim. “Penyebutan nama Qalibaf jelas bertujuan buat ciptakan perpecahan internal di Iran dan provokasi konflik di antara kekuatan politik.”

Tinggalkan komentar