Drone Aneh Menyelinap di Istana Ratu Beatrix dan Lokasi Penyimpanan Emas Belanda

Jumat, 10 April 2026 – 22:04 WIB

VIVA – Sebuah drone yang tidak diketahui terlihat terbang di atas tempat penyimpanan emas Belanda dan kastil Putri Beatrix pada bulan November 2025. Hal ini berdasarkan temuan surat kabar Algemeen Dagblad (AD) dari dokumen yang diperoleh dari Koninklijke Marechaussee, yaitu pasukan polisi yang bekerja dibawah militer Belanda.

Peristiwa ini terjadi di akhir pekan yang sama ketika drone misterius juga terlihat di atas dua pangkalan udara militer dan ladang gas terbesar di Belanda.

Dokumen yang didapat AD menyebutkan bahwa pada Sabtu malam, 22 November, Koninklijke Marechaussee mengamati “tiga drone” di atas Camp New Amsterdam di Huis ter Heide dan di atas Kastil Drakensteyn di Lage Vuursche.

Polisi militer Belanda, Royal Marechaussee, berusaha melacak asal drone tersebut dan menilai resikonya, tapi belum ada pelaku yang teridentifikasi.

Lokasi-lokasi itu termasuk yang paling sensitif di negeri itu, seperti kediaman Ratu Beatrix di Kastil Drakensteyn. Serta Camp New Amsterdam yang menyimpan brankas emas De Nederlandsche Bank, tempat menyimpan jutaan koin dan uang kertas serta 14.166 batang emas.

Camp New Amsterdam juga merupakan markas unit khusus Marechaussee yang bertugas melindungi perwira militer tinggi, politisi, dan diplomat di daerah berbahaya, serta bertindak sebagai tim penangkapan dan pengawasan di Belanda.

Kemunculan drone ini terjadi di akhir pekan yang sama ketika drone terlihat di Pangkalan Udara Volkel dan Pangkalan Udara Eindhoven. Pada akhir Januari, De Stentor juga mengungkap bahwa drone telah terlihat di atas ladang gas terbesar Belanda di akhir pekan yang sama. Pada Jumat, 21 November, drone terlihat di lokasi Gasunie dekat Ommen.

MEMBACA  Otoritas di Irak bagian utara melaporkan korban dari serangan drone Turki | Berita Kebebasan Pers

Masih belum jelas siapa yang berada dibalik drone tersebut atau apa tujuannya. Belum ada penangkapan yang dilakukan.

Kementerian Pertahanan sebelumnya menyatakan sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan, mulai dari penghobi yang tidak sadar mereka masuk zona larangan terbang, penjahat, hingga orang-orang berniat buruk. Insiden di Belanda ini terjadi setelah beberapa penampakan drone di Denmark, Jerman, dan Belgia.

Angkatan bersenjata Belanda telah mempercepat pembelian peralatan untuk bertahan dari drone, termasuk radar khusus, alat pengacau sinyal drone, dan drone yang bisa menjatuhkan drone lain dengan menabrakkanya. Angkatan Bersenjata juga merekrut spesialis drone, yang pertama kali mulai bertugas minggu lalu. (NL Times)

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar